KNPI Ajak Pemuda Lebih Memahami HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 04 December 2012
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 01 Desember 2012

Jakarta - Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Taufan EN Rotorasiko mengatakan, pemuda dan remaja dimasa kini harus bisa mengisi waktu dengan kegiatan positif seperti wirausaha, guna menghindari perilaku seks bebas dan menyimpang.

"Sudah saatnya pemuda dan remaja berprestasi serta menghindari perilaku-perilaku seks dan gaya hidup menyimpang yang dapat berdampak pada penularan HIV/AIDS. Akan lebih arif jika kemerdekaan dan modernisasi justru dimanfaatkan pemuda untuk mencapai kemandirian," kata Taufan, dalam rangka peringatan hari AIDS sedunia yang jatuh pada Sabtu (1/12/2012).

Ia mengatakan, di penanggulangan HIV/AIDS merupakan salah satu target dalam Millenium Development Goals (MDGs), yang belum bisa dicapai Indonesia. Bahkan, ada pergeseran pola penularan HIV/AIDS dari melalui penggunaan jarum suntik narkoba menjadi hubungan seks.

"Masa depan pemuda masih sangat panjang dan harus ditatap dengan paradigma positif. Maka dari itu, pemuda harus mulai menyikapi tuntutan modernisasi dengan gaya hidup yang sehat dan aman," kata Taufan.

Taufan mengatakan, berdasarkan jenis kelamin, penderita kasus AIDS adalah 61,8 persen laki-laki dan 38,1 persen perempuan. Potensi usia muda tertular HIV/AIDS juga meningkat. Berdasarkan penelitian Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) pada 2007 lalu, ditemukan bahwa perilaku seks bebas bukanlah sesuatu yang aneh dalam kehidupan remaja Indonesia.

Kementerian Kesehatan pada 2009 juga pernah merilis hasil penelitian di empat kota yakni Jakarta Pusat, Medan, Bandung, dan Surabaya. dari penelitian tersebut, ditemukan sebanyak 35,9 persen remaja memiliki teman yang sudah pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Bahkan, 6,9 persen responden telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah.

Penelitian Australian National University dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia pada 2010 di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi, dengan sampel 3.006 responden berusia 17-24 tahun juga menunjukan sinyalemen gaya hidup remaja yang makin bebas.

Hasil penelitian tersebut menunjukan, ada 20,9% remaja hamil dan melahirkan sebelum menikah. Dari data tersebut juga terungkap 38,7% remaja hamil sebelum menikah dan melahirkan setelah menikah.

Jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia mencapai angka 32.100 orang. Jumlah tersebut tersebar dalam sejumlah provinsi di Indonesia. DKI Jakarta, Jabar dan Papua merupakan provinsi dengan jumlah penderita terbesar.

"Sudah bukan jamannya pemuda dan remaja terjerat dalam kehidupan seks bebas. Sekarang pemuda harus berprestasi dan berbakti demi negeri. Jauhi potensi perilaku yang mampu menghancurkan masa depan pemuda," tukas Taufan.

Tidak hanya itu, Taufan menegaskan, segala bentuk stigma terhadap orang yang mengidap HIV/AIDS harus dihapuskan. Untuk itu, pemuda harus mengerti dan memahami serta mempelajari mengenai HIV/AIDS dari berbagai sumber literatur.

Dengan demikian, pemuda sudah melakukan tindakan cerdik untuk masa depannya dan masyarakat. "Stigma penularan HIV/AIDS yang selama ini masih banyak salah kaprah akan terkikis perlahan. Pemuda Indonesia akhirnya akan menjadi pemuda yang bisa menghormati dan menghargai manusia sebagai manusia tanpa pandang bulu," pungkasnya.

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2012 di Indonesia sendiri mengangkat tema "Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV dan AIDS" serta menyosialisasikan slogan "Stop AIDS melalui Kesetaraan Gender untuk Menghapus Segala Bentuk Stigma dan Diskriminasi".[rok]

Sumber: http://nasional.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7180