Aktivis Peduli AIDS Long March di Dumaiv
Tanggal: Tuesday, 04 December 2012
Topik: Narkoba


Sempena Hari AIDS Sedunia berbagai kegiatan digelar. Seperti long march yang diikuti ratusan aktivis peduli AIDS di Dumai.

Riauterkini, 02 Desember 2012

DUMAI - Peringatan AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember setiap tahunya mendapat sambutan antusias bagi kalangan mahasiswa dan sejumlah aktivitas. Buktinya saja, Sabtu (1/12/12) kemarin sebanyak 800 orang elemen mahasiswa dan aktivis di Dumai melakukan kegiatan long march dengan membawa spanduk yang bertulisakan bahaya HIV/AIDS.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mata Hati Dumai, Zulkifli mengatakan, bahwa kegiatan long march ini merupakan bentuk kepedulian dan mengingatkan masyarakat soal dampak yang ditimbulkan virus HIV/AIDS tersebut dan ini juga serangkaian kegiatan untuk memperingati momentum hari AIDS sedunia setiap tangga 1 Desember per tahunnya.

"Ini bentuk kepedulian bersama mengkamayekan dampak dari virus mematikan HIV/AIDS. Karena saat ini tingginya angka korban HIV/AIDS disebabkan lebih pada ketidaktahuan masyarakat yang kurang mengerti tentang proses penularan. Lebih dari 60% korban penyakit ini dipicu dari penggunaan jarum suntik yang tidak steril," ungkap Zulkifli mewakili peserta long march di jalan protokol Dumai.

Dikatakan Zulkifli, dari aksi ini partisipasi yang diberikan sebagai simpatisan sebagai bentuk kepedulian atas wabah penyakit HIV/AIDS. Oleh sebab itu, aksi sosial yang ditunjukkannya berupa long march turun ke jalan sebagai upaya kontemplasi dan penyadaran masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan yang berdampak penularan virus mematikan tersebut.

"Perlunya meluruskan opini masyarakat agar ODHA tidak merasa terkucil. Untuk itulah, tujuan long march membentuk opini masyarakat agar perlakuan masyarakat lebih manusiawi. Di penghujung acara, dilakukan pelepasan balon yang menyimbolkan semangat perjuangan melawan HIV/AIDS serta cap tangan sebagai wujud kepedulian pada ODHA," katanya.

Lanjutnya, tujuan lainnya yakni menyuarakan aspirasi ODHA yang cenderung dimarjinalkan oleh komunitas umum sehingga terkucil, bahkan dijauhi. ?Padahal mereka juga manusia dan HIV/AIDS itu tidak menular melalui kegiatan-kegiatan sosial, seperti bersentuhan atau berpelukan.

Long march ratusan kalangan mahasiswa dan aktivis dimulai dari kantor walikota lama Soebrantas serta berkeliling seputaran kota Dumai dan kembali ke lokasi kegiatan, dengan berkampanye dengan tujuan untuk mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati pada meningkatnya wabah epidemi AIDS.***(had)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7188