6 Warga Pelalawan Tewas Akibat HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 04 December 2012
Topik: HIV/AIDS


Penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Pelalawan terus mengganas. Tercatat, sudah enam warga nyawanya tak bisa diselamatkan. Bahaya!

Riauterkini, 02 Desember 2012

PANGKALANKERINCI - Dikabupaten Pelalawan sebanyak 79 warga positif terkena penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) sebanyak 79 orang. Dari jumlah tersebut, 12 orang diantaranya positif mengidap Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), dimana enam (6) orang diantaranya telah meninggal dunia. Dan diperkirakan, penyakit HIV/AIDS sudah menjangkit lebih dari separuh Kabupaten dan Kota yang ada di Indonesia.

"Dengan kata lain, kini tak ada lagi provinsi di Indonesia yang dinyatakan bebas dari HIV/AIDS. Karena itulah, untuk mengantisipasi penyakit ini agar tak lebih berkembang di Kabupaten Pelalawan, maka perlu kerjasama antar lintas sektoral," terang Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pelalawan, Drs H Marwan Ibrahim, membacakan sambutannya memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh tanggal 1 Desember di lapangan sepakbola Pangkalan Kerinci, Sabtu (1/12/12) kemarin.

Marwan Ibrahim yang juga Wabup Pelalawan mengatakan bahwa dalam kasus HIV/AIDS yang ditemukan adalah fenomena gunung es. Artinya, kasus yang terlihat saat ini hanya merupakan bagian puncak yang jumlahnya sangat kecil sementara yang tidak terlihat justru jauh lebih besar. Fakta ini jelas menunjukkan betapa besar resiko yang harus dihadapi guna menanggulangi serta mengantisipasi penyakit HIV/AIDS di daerah ini.

"Karena itulah, untuk mengantisipasi perkembangan HIV/AIDS di daerah ini, KPA bekerjasam dengan dinas-dinas terkait tak henti-hentinya melakukan berbagai langkah-langkah kongkrit dalam kegiatan penanggulangan HIV dan AIDS. Sehingga dengan begitu, antisipasi penyakit ini diharapkan akan tepat sasaran dan dapat membendung laju peningkatan kasus HIV/AIDS," ungkapnya.

Sejauh ini, berbagai upaya untuk memerangi merebaknya HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya terus dilaksanakan oleh KPA Pelalawan. Diantaranya dengan mengoptimalkan peran dan fungsi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dengan mengintegrasikan lintas sektor dan LSM Peduli AIDS, mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA), mempercepat pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS pada kelompok resiko tertular, ibu dan anak.

"Kemudian juga memudahkan ODHA untuk memperoleh obat Anti Retroviral (ARV) melalui pelayanan di Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) dan perawatan, dukungan serta pengobatan (Care, Support and Treatment) baik di rumah sakit maupun di komunitas," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga terus meningkatkan upaya sosialisasi dan promosi program HIV/AIDS dalam rangka menjalin kerjasama baik lintas program maupun lintas sektor. Misalnya dengan mengadakan seminar, workshop, pelatihan dan lain-lain. Lalu pihaknya juga akan membangun jejaring kerja dengan sektor terkait sekaligus optimalisasi jejaring yang sudah terbentuk.

"Kita juga selama ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Pelalawan terus melakukan berbagai upaya serta sosialisasi, baik pada masyarakat umum, kalangan pekerja maupun pelajar. Pasalnya, kelompok yang paling banyak terkena adalah kelompok-kelompok resiko tinggi dan remaja," tandasnya.

Hal yang kurang lebih sama disampaikan juga oleh Sekretaris KPA Pelalawan, Asril SKM M.Kes. Menurutnya, sepanjang tahun 2011 dan tahun 2012, berbagai kegiatan KPA Pelalawan dengan menggunakan dana dari Global Fund (GF) dan APBD Pelalawan telah menggelar berbagai kegiatan. Misalnya, di tahun 2011 lalu, pihaknya melaksanakan pelatihan penguatan sektor pemerintahan dengan mengundang berbagai SKPD yang ada di daerah ini, talk show di Radio RPD Pelalawan dengan mengundang narasumber yang berkaitan dan berkecimpung di program HIV dan AIDS.

"Tak hanya itu, kita juga tahun lalu mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah menengah sederajat yang pesertanya kurang-lebih 300 orang dari tiap sekolah yang ada di daerah ini. Kemudian Seminar Hari AIDS sedunia yang diadakan di Gedung Daerah dengan peserta dari berbagai sektor yakni dari perusahaan, masyarakat, guru maupun siswa-siswi," ujarnya seraya mengatakan bahwa tahun lalu tema peringatan Hari AIDS Sedunia yaitu 'Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha Dari HIV dan AIDS'.

Begitu juga dengan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember tahun 2012 ini. Berbagai kegiatan dan program mengiringi puncak kegiatan yang jatuh di tiap tanggal 1 Desember itu. Dengan tema Hari AIDS tahun ini yaitu 'Lindungi Perempuan dan Anak Dari HIV Dan AIDS', pihaknya telah mengadakan pertemuan sektor pemerintahan yang mengundang berbagai SKPD yang ada di daerah ini, yang mampu memberikan kontribusi pada program HIV dan AIDS.

"Setelah memperingati Hari AIDS pada hari Sabtu kemarin (1/12/12), di lapangan sepakbola Pangkalan Kerinci kemudian dilanjutkan sosialisasi seminar AIDS di Bandar Seikijang, rencananya Senin besok atau haru ini, (3/12), kita juga akan mengadakan lomba cerdas cermat bagi para pelajar SMA/SMK se Kabupaten Pelalawan terkait AIDS. Cerdas cermat ini sendiri bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman para siswa soal penyakit HIV/AIDS ini," tutupnya. ***(feb)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7189