Mitos dan Fakta Tentang HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 04 December 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Satu, 02 Desember 2012

HIV/AIDS tidak mudah menular, hanya ditemukan pada darah.

Belakangan HIV dan AIDS menjadi pembicaraan hangat masyarakat Indonesia. Sebab dari data yang diperoleh, penderita HIV dan AIDS di Indonesia semakin bertambah seiring dengan kurangnya mereka mendapatkan informasi perihal penyakit tersebut.

Tidak hanya itu, banyak informasi yang salah mengenai HIV/AIDS yang beredar di masyarakat sehingga informasi yang simpang siur tersebut justru menjadi batu sandungan bagi pemerintah atau lembaga terkait memberikan penyuluhan dan penyebaran informasi yang benar tentang HIV/AIDS.

Berikut sejumlah mitos tentang penyakit HIV/AIDS yang dibarengi dengan fakta sebenarnya, hasil rangkuman dari keterangan yang diberikan Rumah Sakit Citra Medika.

1. Mitos : AIDS kutukan Tuhan, ODHA tak bermoral, akibat perzinahan, orang baik tak akan tertular Fakta : AIDS terjadi akibat dari virus HIV yang terinfeksi dan semua orang bisa terkena virusnya. Tidak pandang bulu. Bahkan pernah ada kasus pemuka agama menjadi ODHA karena ada kesalahan saat beliau menjalani transfusi darah. Jadi jangan menyamakan ODHA keseluruhan adalah hanya untuk orang – orang yang bekerja dengan menjual nafsu belaka.

2. Mitos : HIV/AIDS mudah menular Fakta : HIV/AIDS tidak mudah menular, hanya ditemukan pada darah (pertukaran yang tidak steril atau bagian tubuh yang terbuka) , Cairan vagina, Air Mani (bukan Sperma), dan air susu ibu.(Infeksi penularan bisa terjadi kontak cairan ini dan tingkat kecukupan virusnya memadai)

3. Mitos : AIDS Penyakit mematikan dapat dicegah dengan antibiotika Fakta : AIDS perlu waktu lama untuk menginfeksi apabila cepat diketahui dan dilakukan penanganan, AIDS bersifat kronis tetapi bisa diobati untuk memperpanjang rentang penyebaran. AIDS hanya bisa diobati dengan ARV (Anti Retro Viral, bersifat menurunkan jumlah virus), ODHA akan kembali sehat, maka kematian AIDS bisa dicegah.

4. Mitos : Test HIV wajib Dilakukan, Karyawan ber-HIV harus di PHK karena merugikan perusahaan Fakta : Periode Jendela tidak bisa terdeteksi, Penularan HIV karena perilaku dan minimnya pengetahuan, sehingga test tidak akan mengubah status HIV itu sendiri. Untuk karyawan yang terkena HIV tetap dapat bekerja denga optimal dan ARV (Anti Retro Viral) disediakan gratis.

5. Mitos : Kondom tidak Efektif, Pori-porinya lebih besar dari virus HIV, penyebaran kondom dapat memicu terjadinya seks bebas. Fakta : Kondom tergantung kualitas dan cara pemakaiannya (sesuai petunjuk), kondom lateks tidak berpori walaupun kondisi kondom diregang sampai dengan 30.000 kali pembesaran , Hasil Survey menunjukkan 90% penjaja seks tidak memakai kondom, Padahal manfaat kondom bisa mencegah tertular dan menularkan HIV melalui hubungan seksual.

Sumber: http://www.beritasatu.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7197