Durex Prakarsai Kerja Sama Pencegahan HIV dan AIDS
Tanggal: Monday, 10 December 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Satu, 03 Desember 2012

Durex melakukan kerja sama dengan bentuk menggalang dana dan sepeda santai dengan berbagai instansi terkait demi menanggulangi AIDS dan HIV

PT Reckitt Benckiser Indonesia melaui brandnya Durex bekerjasama dengan Komisi Penganggulangan AIDS Nasional (KPAN) dan komunitas Bike2Work berkolaborasi dalam program peningkatan kesadaran tentang HIV dan AIDS dalam rangka memperingati Hari AIDS sedunia.

Untuk menyebarkan pesan ini ke masyarakat yang lebih luas, kegiatan yang dilakukan adalah konvoi bersepeda selama car free day di Jakarta Minggu (2/12/2012) diwarnai dengan sosialisasi dan ini diselenggarakan

"Masyarakat selayaknya dapat menjaga kesehatan pasangan dan diri mereka sendiri dengan memberikan perhatian dan perlindungan yang memadai," ujar General Meneger Rackitt Benckiser Ratanjit Das di Jakarta, Minggu (2/12).

Selama pekan pertama bulan Desember, beberapa program yang diselenggarakan sektor pemerintah, swasta dan masyarakat adalah upaya untuk membangun bersama-sama ketiga pihak untuk menghasilkan dampak yang lebih besar dan luas.

Berdasarkan laporan kementerian Kesehatan pada kuartal kedua (April-Juni 2012) terdapat 3.892 kasus baru HIV dan 1.673 kasus baru AIDS di Indonesia.

Untuk presentase faktor risiko tertinggi terjadi pada hubungan seks tidak aman pada hetroseksual sebesar 50 persen dimana mayoritas kasusu ini di alami oleh mereka yang berusis 25-47 tahun atau 72 persen.

Demikian pula untuk transmisi AIDS yang disebabkan oleh hubungan hetroseksual yang tidak aman mencapai 84 persen dimana mayoritas kasusu ini dialami oleh mereka yang berusia 30-39 tahun atau 72 persen.

"Durex berpegang pada komitmenya untuk mendorong gaya hidup seksual yang sehat yang mengarah pada pencegahan HIV AIDS," ujarnya.

Menurut Ranjit, kunci untuk mencegah penularan HIV dan AIDS adalah dengan menjadi pasangan setia dan memastikan untuk menggunakan kondom dalam berhubungan seks yang berisko.

HIV dan AIDS tetap merupakan persoalan publik yang penting. Oleh karena itu, kami sangat mendorong sektor swasta dan komunitas untuk ikut berpartisipasi dalam langkah pencegahan dan juga upaya membangun kesadaran akan pentingnya sosialisasi pencegahan HIV dan AIDS,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, Dr Kemal N Siregar.

Selain konvoi bersepeda, Durex juga mengundang partisipasi aktif masyarakat secara langsung dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS. Untuk setiap orang yang berpartisipasi untuk berfoto di pojok foto Durex dan/atau menggunakan kaos yang mengandung pesan pencegahan HIV dan AIDS yang dibagikan selama acara berlangsung, Durex akan mendonasikan Rp 10.000 atas nama mereka untuk program pencegahan HIV dan AIDS.

Dana tersebut kemudian akan didonasikan untuk mendukung program PMTS (Penyakit Menular melalui Transmisi Seksual) yang dicanangkan oleh pemerintah dan dilakukan oleh LSM yang bergerak di bidang penanggulangan HIV melalui mekanisme call for proposal atau pengajuan proposal terbuka.

Melalui mekanisme ini, diharapkan pengelolaan dana untuk program PMTS dilakukan oleh LSM terpilih yang berkomitmen penuh terhadap upaya penanggulangan HIV di Indonesia.

Sebagai tambahan, Durex juga sedang menjalankan sebuah kampanye global dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS. Pada kampanye tersebut, ketika seseorang twit di Twitter #1share1condom maka untuk setiap tweet yang dihasilkan, Durex akan mendonasikan satu kondom untuk upaya pencegahan HIV dan AIDS.

Sumber: http://www.beritasatu.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7203