Pejabat Doyan Jajan, Kasus AIDS Cianjur Memprihatinkan
Tanggal: Monday, 10 December 2012
Topik: Narkoba


Berita Satu, 03 Desember 2012

"Sayangnya, banyak orang menganggap urusan terkena penyakit itu urusan nanti, tidak perlu dipikirkan sekarang"


Tingkat penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dinilai kian memprihatinkan. Terlebih lagi, karena kasus-kasus ini sudah mulai menyebar ke luar populasi kunci.

"Sudah banyak istri pejabat yang kena HIV, berarti ada pejabat yang suka jajan," ujar Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh, saat membuka seminar pengendalian HIV/AIDS dan penggunaan Narkoba di Ciloto, Bogor, Senin (3/12).

Tjetjep mengatakan sudah menjadi rahasia umum banyak pejabat dan keluarganya yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Ia juga menyayangkan banyaknya warga yang menjadi pelanggan prostitusi.

"Tidak masalah ada pekerja seks, kalau tidak ada pembelinya. Sayangnya, banyak orang menganggap urusan terkena penyakit itu urusan nanti, tidak perlu dipikirkan sekarang," tambahnya.

Hal utama yang mengkhawatirkan, menurut Tjetjep adalah penyebaran epidemi HIV yang sudah keluar dari populasi kunci yang berisiko tinggi.

"Sekarang yang banyak tertular HIV adalah ibu rumah tangga. Mereka bisa menularkan penyakit ini kepada anak mereka," ujarnya.

Tjetjep mengatakan, secara resmi ada 350 kasus HIV yang terdaftar di Dinas Kesehatan Cianjur.

"Itu masih jauh dari estimasi, karena banyak orang yang tidak berani melaporkan status HIV-nya atau masih takut dites, sama seperti di tempat lain, epidemi HIV di Cianjur adalah fenomena gunung es," tuturnya.

Sumber: http://www.beritasatu.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7205