RS Pirngadi Bentuk Lembaga Informasi dan Edukasi HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 10 December 2012
Topik: HIV/AIDS


Harian Analisa, 05 Desember 2012

Medan, Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan akan membentuk lembaga pusat informasi dan edukasi tentang HIV dan AIDS. Untuk itu, segala sarana dan prasarana terkait rencana ini akan ditingkatkan. "Kita selama sudah ada Klinik VCT (voluntary conseling and Testing). Ke depan, akan kita kembangkan lagi dengan sistem dan pelayanan komprehensif. Ini semua berkat motivasi atas penghargaan dari Walikota Medan kepada RS Pirngadi dalam hal pelayanan HIV dan AIDS selama ini," sebut Direktur RSUD dr Pirngadi Medan dr Amran Lubis SpJP (K) didampingi Kepala VCT dr Irwan Rangkuti SpKK dan Kasubag Hukum dan Humas Edison Peranginangin SH MKes di RS Pirngadi, Senin (3/12).

Untuk merealisasikan misi tersebut, kata Amran, mereka akan melengkapi ruangan khusus yang diisi beberapa fasilitas untuk informasi dan edukasi. Tujuannya, tidak saja bagi kalangan orang yang sudah terinfeksi HIV tapi juga bagi masyarakat umum.

"Kita juga akan menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga masyarakat yang peduli HIV dan AIDS serta dengan Komisi Penanggulangan AIDS sendiri. Malah, kita juga sudah mencoba menjalin komunikasi dengan lembaga peduli AIDS dari luar negeri," ucap dokter ahli jantung dan paru ini.

Ditangani terpadu

Dari sisi kelembagaan di Klinik VCT, lanjutnya, sudah ditangani secara terpadu di bawah koordinasi dr Armon spesialis penyakit dalam dan konsultan penyakit tropik serta dr Irwan Rangkuti spesialis penyakit kulit dan kelamin serta perawat dan psikolog yang sudah terlatih.

Ke depan, lanjutnya, pelayanan yang sudah terpadu selama ini akan ditambah lagi dengan rohaniawan dari berbagai agama. "Kita akan menjalin kerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk membantu para Odha yang kita lihat membutuhkan pelayanan secara rohani. Harapannya, agar harapan hidup Odha itu bisa semakin membaik baik fisik maupun rohani agar tidak merasa putus asa," jelas Amran lagi.

Bukan itu saja, tambahnya, mereka juga siap mengaktifkan lagi call center di Klinik VCT. Dengan begitu, masyarakat Kota Medan bisa mempertanyakan hal-hal yang berkaitan dengan HIV dan AIDS.

"Bahkan, kita juga akan mempersiapkan diri untuk sistem dan pelayanan secara home visiting. Soalnya, kita akan menambah dua unit ambulans. Nanti, salah satunya akan disiapkan pelayanan home visiting. Jadi, pasien-pasien yang memang kondisinya dirawat di rumah bisa kita layani juga," jelas Amran.

Dr Irwan Rangkuti menambahkan, kunjungan orang berisiko HIV dan AIDS ke RS Pirngadi selama tahun ini 1.214 orang. Dari jumlah kunjungan itu, yang positif HIV 127 kasus atau setara 10 persen dari kunjungan. Jumlah ini, hampir sama dengan tahun lalu dengan total 1274 dengan kasus yang positif 129 orang. "Sejauh ini, ada 138 Odha yang rutin mendapat terapi obat antiretroviral (ARV) dan empat di antaranya anak-anak," jelas Irwan.(nai)

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7222