Kasus HIV/AIDS Serang Usia Produktif
Tanggal: Monday, 10 December 2012
Topik: HIV/AIDS


PRLM, 06 Desember 2012

INDRAMAYU - Salah satu upaya untuk menekan korban akibat Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) pihak Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Indramayu telah menyediakan empat puskesmas yang menangani kasus tersebut. Keempat puskesmas itu, puskesmas Jatibarang, Karangampel, Margadadi dan Kandanghaur.

Kepala Puskesmas Jatibarang, Hj. Titin mengatakan, dalam jeda waktu satu bulan belakangan sedikitnya terdapat 50 – 60 pasien akibat tertular infeksi menular seksual (IMS) yang dampaknya rawan kearah HIV/AIDS, dari jumlah tersebut sebagian besar merupakan usia produktif.

“Setelah dilakukan tes ternyata dua orang dari jumlah itu, dinyatakan positif terkena HIV/AIDS,”ujarnya. Kamis (6/12).

Menurut Titin, puskesmas Jatibarang memiliki tim khusus dalam menangani pasien terduga terjangkit IMS, alasan itu karena para pasien IMS memiliki karakter yang berbeda-beda. Sehingga perlu dibentuk tim khusus, dalam mengambil setiap langkah lanjutan dan kebijakan menangani pasiennya.

“Pasien yang konsultasi terkait dugaan terjangkit IMS bukan saja berasal dari masyarakat sekitar Jatibarang, tetapi tidak sedikit yang datang dari luar Jatibarang yang tentunya dengan berbagai alasan,”katanya.

Untuk menghindari stigma negatif terhadap pasien IMS maupun HIV/AIDS, tim berupaya melakukan pendekatan terhadap lingkungan domisili pasien dengan melibatkan pihak pemerintah desa (pemdes).

“Hal itu, dilakukan agar kehidupan si-penderita dugaan HIV/AIDS tidak merasa dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya. Sehingga, dapat berbaur sepertihalnya orang-orang lain. Karena, semakin dikucilkan maka besar kemungkinan kehidupannya akan tertutup dan semakin mempersilit tim dalam menangani dugaan kasus HIV/AIDS yang ada disekitar masyarakat,”ungkap Titin.

Kadiskes Kab.Indramayu, H.Dedi Rohendi menyimpulkan, hingga bulan Oktober 2012 kasus HIV/AIDS di Kab.Indramayu telah mencapai hingga 885 kasus, angka tersebut dihitung kumulatif sejak pendataan tahun 1993 lalu.

“Peran upaya pendekatan tim atau petugas lapangan terhadap pasien dugaan terkena HIV/AIDS, dapat digambarkan penentuan keberhasilan dilapangan. Dan,stigma masyarakat terhadap pasien dugaan HIV/AIDS merupakan suatu tantangan dalam upaya penanganan penderita HIV/AIDS, karena rasa malu ataupun takut karena dianggap penyakit aib akan mempersulit tim medis,”pungkasnya. (rat/A-107)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7225