Arisan Seks Pelajar, BNK Beri Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS di Sekolah
Tanggal: Monday, 10 December 2012
Topik: HIV/AIDS


detik.com, 07 Desember 2012

Situbondo - Heboh arisan seks demi membooking PSK yang dikabarkan dilakukan sekelompok pelajar di Situbondo membuat Badan Narkotika Kabupaten (BNK) ikut turun tangan.

Bersama petugas dari Dinas Kesehatan, BNK Situbondo mendatangi sekolah-sekolah memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang bahaya narkotika dan HIV/AIDS, Jumat (7/12/2012). Diantara sekolah yang dikunjungi BNK adalah SMKN 1 Situbondo, di Desa Kotakan Kecamatan Kota Situbondo.

Selain lokasi sekolahnya paling dekat dengan eks lokalisasi pelacuan, di SMKN 1 Situbondo itu juga terdapat beberapa pelajar yang kehidupan sehari-harinya cukup dekat dengan dunia pelacuran. Diantaranya adalah anak mucikari yang tinggal di dalam eks lokalisasi. Selama di SMKN 1 Situbondo, BNK memberi penyuluhan kepada pelajar tentang bahaya narkoba dan seks bebas.

"Dengan kedatangan BNK kami berharap bisa meningkatkan pembinaan kepada para pelajar. Khususnya tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS," kata Kepala SMKN 1 Situbondo, Umar Said, di ruang kerjanya.

Umar Said membenarkan jika sekolahnya memang cukup dekat dengan eks lokalisasi pelacuran, hanya berjarak sekitar 1 KM. Selain itu, dia juga tidak menampik jika di sekolahnya terdapat beberapa pelajar yang berasal dari kawasan eks lokalisasi tersebut.

Menurut Umar, sebagai sekolah baru pihaknya sengaja membuka kesempatan lebar kepada warga terdekat untuk masuk di sekolahnya. Bahkan, di antara siswa dari sekitar lingkungan sekolah itu sengaja digratiskan.

"Kami ingin merubah kesan kawasan ini dari area prostitusi menjadi kawasan pendidikan. Untuk pelajar yang berasal dari eks lokalisasi itu ada sekitar 3 - 4 siswa, mereka sudah sering diberi mendapat pembinaan khusus tentang bahaya seks bebas dan narkoba. Untuk pelajar yang lain di sekolah ini pembinaan mental juga cukup ketat. Kami menerapkan skor untuk menilai kenakalan tiap siswa," papar Umar Said.

Pantauan detikSurabaya.com, penyuluhan BNK diikuti oleh semua siswa SMKN 1 Situbondo. Selain memberikan penyuluhan lewat ceramah, petugas BNK juga menempelkan beberapa poster berisikan pesan tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS. Para siswa tampak cukup antusias mengikuti penyuluhan BNK yang dipusatkan di Masjid sekolah itu.

"Kami senang dengan adanya penyuluhan ini karena bisa menambah wawasan kepada para siswa, khususnya tentang narkoba dan HIV/AIDS. Kami terkejut dan prihatin dengan kabar siswa arisan seks untuk sewa PSK. Mudah-mudahan dengan penyuluhan seperti ini semua itu bisa dicegah," tukas Faisol, salah satu siswa setempat.

Sementara Kepala BNK Situbondo, AKBP Rochman Taufik mengatakan, penyuluhan tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS rutin dilakukan BNK bersama Dinas Kesehatan Situbondo. Sasarannya semua pelajar sekolah menengah, baik setingkat SMP maupun setingkat SMA di Kabupaten Situbondo. Sehingga para pelajar memahami tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS yang bisa berujung kematian. Dengan penyuluhan itu diharapkan dapat menekan kenakalan pelajar di Situbondo.

"Kalau kabar arisan seks pelajar itu kami juga sangat prihatin. Untuk penanggulangannya harus kerja sama dengan masyarakat. Sehingga masyarakat juga merasa memiliki tanggung jawab terhadap para pelajar. Misalnya masyarakat mendapatkan pelajar nongkrong di tempat yang tidak layak, mereka bisa segera mengusirnya," tegas mantan Kabag Bina Mitra Polres Situbondo itu.

Diberitakan sebelumnya, sekelompok pelajar setingkat SMA di Situbondo dikabarkan menggelar arisan tak lazim. Disebut demikian, karena arisan diadakan untuk keperluan pesta seks dengan cara membooking PSK (pekerja seks komersial). Pemenang arisan mendapat kesempatan menikmati uang hasil arisan untuk berkencan dengan PSK yang diinginkan.

Arisan seks siswa itu terungkap berdasarkan hasil testimoni atau pengakuan seorang PSK berinisial YL kepada Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Situbondo. Testimoni itu didapatkan KPA saat melakukan rapid test atau tes cepat HIV/AIDS kepada para wanita penghibur di sejumlah eks lokalisasi di Situbondo.

Sumber: http://surabaya.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7230