Kaum Remaja Rentan Terkena HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 10 December 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Satu, 08 Desember 2012

Remaja dinilai cukup rentan dan mudah terpengaruh pergaulan bebas. Kondisi inilah yang menyebabkan mereka berisiko terkena HIV/AIDS.

Duta HIV/AIDS Provinsi Bengkulu turun ke sekolah-sekolah tingkat menengah atas di Kota Bengkulu. Mereka mengkampanyekan dan mensosialisasikan risiko HIV/AIDS kepada para pelajar di daerah itu.

"Sosialisasi tersebut dilakukan agar mereka terhindar dari ancaman penyakit mematikan itu, " kata Tirta, Duta HIV/AIDS di Bengkulu, Sabtu (8/12).

Ia mengatakan, pihaknya bersama tim turun ke sekolah tingkat SMA di Kota Bengkulu selama sepekan dimulai 12-21 Desember 2012 dengan harapan anak remaja usia sekolah di daerah itu bebas dari HIV/AIDS.

Program tersebut sasarannya adalah kaum muda, karena remaja cukup rentan dan mudah terpengaruh dalam pergaulan bebas, usia remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Widati menilai, kegiatan duta HIV itu adalah apresiasi tinggi atas aksi dalam mensosialisasikan dampak virus tersebut bagi kalangan remaja dan masyarakat secara umum di daerah ini.

Ia mengatakan, sasaran kampanye duta terhadap kaum muda amat relevan dengan kondisi kependudukan dewasa ini. Jumlah penduduk di Bengkulu berdasarkan SP 2010 mencapai 1,7 juta jiwa lebih terdapat kaum muda mencapai 18,24 persen.

Dengan demikian diperlukan pembinaan dan pengawasan serius terhadap remaja agar menjadi asset pembangunan bangsa.

Besarnya proporsi penduduk berusia muda, secara teoritis mempunyai dua makna, pertama, besarnya penduduk usia muda merupakan modal pembangunan yaitu sebagai faktor produksi tenaga manusia (human resources) apabila mereka dapat dimanfaatkan secara tepat dan baik yang diperlukan beberapa persyaratan.

Di antaranya adalah kemampuan keahlian, keterampilan dan kesempatan untuk berkarya. Selanjutnya jika persyaratan tersebut tidak dapat dimiliki oleh penduduk usia muda, yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu penduduk usia muda justru menjadi beban pembangunan.

Remaja memiliki dua nilai yaitu nilai harapan (idelisme) dan kemampuan, apabila kedua nilai tersebut tidak terjadi keselarasan maka akan muncul bentuk-bentuk frustasi.

Macam-macam frustasi pada gilirannya akan merangsang generasi muda untuk melakukan tindakan-tindakan abnormal atau menyimpang.

Ia mengharapkan dengan aksi sosialisasi dan kampanye remaja duta HIV/AIDS bagi pemuda di daerah ini agar dapat membangun moral remaja pelajar untuk tidak terjerumus dalam pengaruh perilaku hidup bebas.

Sumber: http://www.beritasatu.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7235