Suka Duka Klinik Jelia Mengobati Kupu-kupu Malam
Tanggal: Tuesday, 11 December 2012
Topik: Narkoba


detikNews, 11 Desember 2012

Jakarta - Klinik Jelia dibentuk khusus untuk mencegah penularan HIV/AIDS di kalangan kupu-kupu malam atau yang disebut dengan istilah 'wanita pekerja susila tidak langsung' (WPSTL). Ternyata pada praktiknya, hal tersebut tidaklah mudah.

dr Inda Mutiara, koordinator dokter di klinik tersebut bercerita, ada suka dan duka selama tiga tahun terakhir bertugas. Suka muncul saat berinteraksi dengan pasien-pasiennya dengan berbagai latar belakang berbeda.

"Sukanya banyak, banyak kenal teman-teman dari berbagai latar belakang. Pasien-pasien kita ini kadang saya jadikan sahabat. Kadang mereka bisa sharing tidak membatasi saya dokter kamu pasien, jelas Inda saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Senin (10/12/2012).

Sementara duka Inda muncul saat menangani pasien yang sudah tertular penyakit kelamin cukup parah. Mulai dari sipilis hingga HIV/AIDS.

"Kita bisa dibikin kaget, melihat keadaan kondisi pasien yang sudah agak parah. Kalau orang awam pasti nggak berani ngeliat," cerita perempuan 43 tahun lulusan Universitas Trisakti ini.

Inda menyayangkan pemahaman yang kurang dari para pekerja seks saat 'bekerja'. Banyak dari mereka enggan menggunakan pengaman, padahal itu sangat dibutuhkan.

"Tahu-tahu udah bonyok, hasil pemeriksaan kami kurang bagus karena banyak penyakitnya," tuturnya.

Peraih gelar dokter teladan di Jakarta Barat 2012 ini tak mau menyebut pasiennya dengan PSK. Sebab di Perda DKI dilarang ada praktik prostitusi.

"PSK itu kita katakan WPSTL (wanita pekerja susila tidak langsung) misalnya pendamping karaoke, panti pijat," tambahnya.

Tak hanya kisah suka dan duka, Inda juga punya cerita lucu saat menangani para penghibur itu. Kadang mereka merintih kesakitan saat mendapat perawatan. Di sinilah tugas Inda untuk membuat mereka nyaman.

"Mereka merintih sakit kita bilang nggak, enak, enak, kan kemarin waktu buat enak. Tapi ada juga yang cerewet," kisah wanita cantik ini sambil tertawa.

Sumber: http://news.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7250