Peran Individual Berpendidikan untuk Perangi HIV-AIDS Minim
Tanggal: Wednesday, 12 December 2012
Topik: HIV/AIDS


Harian Analisa, 12 Desember 2012

Medan, Masyarakat tidak pernah memutuskan harapan menanggulangi HIV Aids. Sayangnya, tidak semua individual berpendidikan tinggi turut serta di dalamnya. Oleh sebab itu, perilaku perindividual yang harus diubah agar menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya dalam rangka memerangi HIV AIDS.

Hal ini disampaikan pimpinan Stikes Helvetia Medan Darwin Syamsul, S.Si M.Si Apt, kepada Analisa usai Seminar Kesehatan tentang HIV Aids, Sabtu (8/12) di Aula Stikes Helvetia Jalan Kapten Sumarsono Medan. "Angka itu tidak menurun karena kurangnya peran indivual berpendidikan memerangi kasus HIV Aids. POrang-orang yang berpendidikan dianggap menjadi sosok yang ditiru dalam setiap tindakannya. Sayangnya, peran orang-orang seperti itu tidak banyak," tambahnya.

Menyinggung langkah lembaga pendidikan mengatasi HIV Aids, dia menegaskan belum merancang program khusus. "Kalau bicara program menanggulangi HIV Aids, Stikes Helvetia belum memilikinya. Namun, dua dari empat program studi sebenarnya berkaitan erat dengan kegiatan seperti ini. Sebab, alumninya terfokus dalam bidang pelayanan ke masyarakat. Juga, dua tahun ini, rutin dibuat kegiatan memperingati Hari Aids sedunia," ungkapnya.

Dia juga mengatakan, materi yang disampaikan dua narasumber, yakni Dr. Widoyono, MPH dan Gita Kencana, SKM.M.P.H sangat berguna untuk seluruh peserta. Alasannya, dua materi, yakni "Mengintip Upaya Penanggulangan HIV Aids dan "Program Haram Reduction di Indonesia" adalah pengetahuan bermanfaat bagi peserta. "Dua materi itu mestinya mampu diaplikasikan agar mereka (alumnus) memberikan pelayanan kesehatan yang baik di masyarakat," jelasnya.

Mengenai peran penerbitan di dunia pendidikan, Asisten Manager Penerbitan Erlangga Husein Pohan menuturkan pendapatnya sendiri. "Sesuai motto Erlangga, kami berusaha ikut serta dalam kegiatan lembaga pendidikan, salah satunya acara ini. Juga, didukung dengan banyaknya buku teks yang diterbitkan Erlangga bekerja sama dengan pengarang yang terfokus di pendidikan kesehatan, salah satunya dr. Widoyono yang menjadi narasumber hari ini. Banyak buku teks diterbitkan akan memberikan pemahaman masyarakat tentang sejumlah penyakit yang serius, misalnya kasus HIV Aids atau penyakit tropis," ungkapnya.

Di awal seminar, turut hadir Gus Irawan sebagai keynote speaker. "Kami juga mengundang Gus, namun tidak berkaitan dengan politik. Kepanitiaan hanya ingin memotivasi peserta agar meniru sikap atau langkah positif tokoh masyarakat. Muudah-mudahan, perilaku dan tindakan positifnya bisa ditiru dan diaplikasikan di tengah masyarakat," jelasnya. (st)

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7256