92 anak di Jateng tertular HIV/AIDS
Tanggal: Friday, 21 December 2012
Topik: HIV/AIDS


Waspada Online, 19 Desember 2012

SEMARANG - Kasus penularan HIV/AIDS di wilayah Jawa Tengah cukup mengkhawatirkan karena di dalamnya terdapat kelompok usia anak-anak yang jumlahnya hingga September 2012 mencapai 92 kasus.

Data kasus HIV/AIDS di Jawa Tengah dari tahun 1993 hingga 30 September 2012, seperti yang tercatat di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 5.548 kasus.

Angka ini melonjak dari data beberapa bulan sebelumnya, yaitu hingga 30 Juni 2012, yang tercatat 5.301 kasus. Dengan jumlah penderita yang meninggal hingga September 2012 mencapai 676 kasus atau sekitar 26%, penderita HIV mencapai 3.012 kasus dan penderita AIDS 2.572 kasus.

"Ini sangat mengkhawatirkan sekali, karena pergerakan jumlah kasusnya meningkat terus. Angka ini adalah angka yang tercatat, artinya di luar sana kemungkinan masih jauh lebih besar. Seperti kita ketahui, kasus HIV/AIDS ibaratnya adalah fenomena gunung es," ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah yang juga Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jateng, Rustriningsih, Senin.

Rustriningsih juga merasa prihatin bila melihat kasus terhadap ibu dan anak yang semakin meningkat. Jumlah ibu rumah tangga yang terkena HIV/AIDS bila dilihat dari jenis pekerjaan, menduduki urutan kedua dengan 463 kasus.

"Dan dari ibu inilah kemudian HIV/AIDS menginfeksi ke anak-anak. Hingga kini kasusnya mencapai 92 kasus. Saya pernah mendapatkan laporan langsung dari keluarga penderita, di mana ada anak-anak yang terinfeksi HIV/AIDS, sementara kedua orang tuanya meninggal karena kasus yang sama," ungkap Rustriningsih, yang baru saja mendapatkan penghargaan "AIDS Award" dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai tokoh pemeduli pencegahan penanggulangan HIV/AIDS, beberapa hari lalu di Jakarta.

Kontribusi penularan HIV/AIDS sendiri dari laki-laki mencapai angka 62%, sementara dari perempuan 38%. Dia menambahkan, untuk kasus baru di tahun 2012 ini saja sudah ditemukan 946 kasus, dengan rincian penderita HIV 366 kasus, AIDS 580 kasus, dan yang meninggal 108 kasus.

"Ini sudah peringatan, bahwa situasi yang kita hadapi sangat mengkhawatirkan. Makanya saya mengimbau kepada masyarakat untuk menciptakan perilaku yang aman dari risiko penularan HIV/AIDS. Kami dari KPA juga tidak pernah henti-hentinya mengedukasi masyarakat dan mendorong kemandirian masyarakat untuk dapat melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS," kata Rustri.

Sumber: http://www.waspada.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7267