Gawat! 5.031 Ibu Rumah Tangga di Pacitan Rawan Tertular HIV/AIDS
Tanggal: Friday, 21 December 2012
Topik: HIV/AIDS


LENSAINDONESIA.COM, 20 Desember 2012

Sebanyak 5.031 orang ibu rumah tangga di Pacitan berpotensi tertular HIV/AIDS.

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Provinsi Jatim, Otto Bambang Wahyudi mengatakan, jumlah tersebut merupakan estimasi minimum dari Kementerian Kesehatan yang diterima tahun ini.

“Mereka (ibu rumah tangga, red) biasanya tertular dari sang suami. “Ribuan ibu rumah tangga itu memiliki suami yang menjadi pelanggan WPSL (Wanita Penjaja Seks Langsung),” imbuhnya.

Para suami tersebut melakukan hubungan seks dengan Pekerja Seks Komersial (PSK) di perantauan. Apalagi, sebagian para pria di Pacitan banyak bekerja sebagai buruh tebang kayu hutan di wilayah Kalimantan. Saat itulah penularan HIV/Aids diduga kuat terjadi hingga kemudian menyebar kepada istri setelah berhubungan badan dengan suami saat pulang kampung.

Selain berlangsung di daerah perantauan, hubungan seks bebas disinyalir tinggi di Pacitan. Indikasinya, maraknya tempat karaoke dan cafe yang menjamur. Di tempat karaoke itu juga mempekerjakan puluhan perempuan sebagai pemandu lagu (PL) yang berasal dari daerah Jawa Barat. “Mereka bisa di BO (bocking out) dan ini terselubung,” ujar dia yang menyatakan sudah survey di salah satu tempat karaoke Pacitan.

“Sebaiknya, istri lebih mengawasi perilaku suaminya. Misalnya, memantau jam pulang kerja jika sebelumnya sore menjadi malam hari. Juga, intensitas tidak pulang ke rumah dengan alasan dinas ke luar kota,” terangnya.

Menurut Otto, upaya lain yang bisa dijalankan, lanjutnya, agar kalangan warga yang beresiko tinggi tertular HIV/AIDS bersedia memeriksakan diri di klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang tersedia di RSUD setempat. Tetapi, diakui upaya itu tidak mudah dijalankan. Sebab, masih minimnya kesadaran warga tentang pendeteksian dini tersebut. Salah satunya karena sikap yang tertutup dan khawatir muncul penilaian negatif.

Kendati demikian, sejak layanan itu dibuka beberapa bulan lalu, sudah ada sejumlah orang berpotensi terlular HIV/AIDS yang kontrol ke sana.

Sementara itu, Sekretaris KPAD Pacitan, Bambang Supomo mengatakan, mereka yang kontrol tersebut merupakan rujukan dari puskemas yang menyebar di Pacitan. “Karena diduga mengidap HIV/Aids,” jelasnya.

Sejak 2005 hingga Desember 2012 ini jumlah penderita HIV/Aids di Pacitan tercatat sebanyak 60 orang. Sebanyak 36 di antaranya sudah meninggal dunia. Mulai dari bayi, laki-laki dewasa maupun perempuan dewasa. Sedangkan, faktor penyebab penularannya didominasi karena hubungan seks tidak sehat.

Upaya KPAD untuk mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS, lanjutnya, dengan meningkatkan sosialisasi. Sasarannya seperti pelajar, ibu rumah tangga, WTS, dan PL di tempat hiburan malam. Harapannya, agar warga bisa menghindari penyakit yang hingga kini belum ditemukan obatnya tersebut.@rachma

Sumber: http://www.lensaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7270