Antisipasi AIDS, PMI Periksa Ketat Donor Darah
Tanggal: Wednesday, 26 December 2012
Topik: Narkoba


Suaramerdeka.com, 23 Desember 2012

KARANGANYAR - Mengantisipasi masuknya darah dari pendonor yang terindikasi HIV/AIDS, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar melakukan seleksi dan pemeriksaan secara ketat, darah yang diterima dari aksi donor darah.

‘’Kami tidak mau kecolongan ada darah yang terindikasi HIV/AIDS. Karena itu setiap kantung darah yang dihasilkan dari aksi donor darah masyarakat, kami langsung mengadakan pemeriksaan secara menyeluruh, untuk meyakinkan darah itu bersih dari segala virus,’’ kata Sugiarto, Chief Executive Officer PMI Karanganyar.

Di sela-sela pelatihan 50 anggota Korps Suka Rela (KSR) PMI, dia mengatakan hingga saat ini persediaan darah yang ada di kantornya masih cukup terjaga dan tidak terkontaminasi. Terutama HIV/AIDS. Meskipun angka penderita HIV/AIDS di kota ini cenderung meningkat signifikan.

Penderita HIV/AIDS di Karanganyar terdeteksi sebanyak 136 orang, 70 % di antaranya justru positif AIDS. Termasuk di antaranya dua PNS yang sekarang terus dalam pengawasan intensif, seorang ibu rumah tangga, bahkan seorang bayi yang dilahirkan dari seorang ibu penderita AIDS.

‘’Kami sudah melakukan pemeriksaan, ternyata para penderita HIV/AIDS yang ada di Karanganyar, di antaranya menjadi pendonor darah. Namun mereka tidak melakukan di Karanganyar, melainkan di daerah lain. Kalau yang di PMI Karanganyar aman.’’ jelasnya.

Karena itulah, pihaknya juga selalu menyertakan tim khusus dari PMI di setiap aksi donor darah. Dengan begitu kgiatannya bisa terkontrol dengan baik. Setelah darah diserahkan ke PMI, dilakukan lagi seleksi secara ketat dan pemeriksaan ulang secara menyeluruh.

‘’Kami menjamin darah yang diambil untuk didonorkan kepada pasien yang berasal dari PMI Karanganyar, semua sudah bersih. Tidak ada satupun yang terkontaminasi penyakit apapun, apalagi AIDS,’’ tegas Sugiarto.

Sementara itu pihaknya juga terus menambah tenaga KSR PMI dengan merekrut dari para mahasiswa dan pelajar maupun relawan Karang Taruna. Saat ini sudah ada 150 anggota KSR. Di antaranya 50 anggota baru saja dilantik.

‘’Mereka mendapatkan pelatihan selama sepekan tentang PMI, tanggap bencana, pertolongan pertama, dan lainnya. Secara khusus bahkan seluruh anggota KSR PMI Karanganyar dilatih untuk pertolongan korban bencana. Baik membantu evakuasi maupun dapur umum,’’ kata dia.

Karena Karanganyar menjadi daerah rawan bencana, maka pasukan PMI juga dilatih memiliki keterampilan khusus itu, meski tentu lebih fokus pada pertolongan pertama korban bencana. ‘’Saat praktek, mereka langsung diterjunkan ke lokasi bencana. Kebetulan ada bencana longsor di Jatiyoso, mereka kami terjunkan di sana, membantu posko, dapur umum dan pertolongan pertama korban.’’ pungkasnya.

Setelah mengikuti pelatihan, mereka dilantik dengan sebelumnya mengikuti long march dari Tawangmangu ke Karanganyar sepanjang 30 kilometer. Hal ini untuk menguji ketahanan fisik dan juga menempa mental dan fisik secara keseluruhan.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7275