189 Orang Terjangkit HIV/AIDS Meningkat 54 Orang dari Tahun 2011
Tanggal: Wednesday, 26 December 2012
Topik: HIV/AIDS


Padang Ekspres, 25 Desember 2012

Padang — Selama 2012 ditemukan 189 penderita pe­nyakit HIV/AIDS di Sumbar. Ang­ka ini meningkat 54 kasus di banding tahun sebelumnya. Ter­ungkapnya peningkatan pengi­dap virus mematikan ini seiring dengan peningkatan penyuluhan dan pencarian kasus, serta ber­tambahnya jumlah unit pela­yanan yang menjalankan program HIV/AIDS.

Dinas Kesehatan Sumbar mengklaim telah melakukan an­tisipasi, seiring dengan pe­ningkatan penemuan ka­sus kasus HIV-AIDS tersebut.

Kepala Dinas Kese­ha­tan Sumbar, Rosnini Sa­vitri menyebutkan, tahun 2008 ditemukan 111 kasus HIV/AIDS dari laporan rumah sakit. Tahun 2009 menjadi 154 kasus. Tahun 2010 turun menjadi 138 kasus. Angka tersebut berasal 1 kasus dari serosurvey, 10 kasus laporan PMI, 127 kasus laporan dari rumah sakit.

Pada tahun 2013 kembali meningkat menjadi 135 kasus. Angka tersebut berasal dari 3 laporan dari serosurvey, 2 kasus laporan PMI, 130 kasus dari laporan rumah sakit.

“Ada kecenderungan pening­katan kasus HIV/AIDS antara 2 sampai 3 tahun ke depan. Kecen­derungan peningkatan ini di­pre­­diksi akan terus menun­jukkan tren peningkatan seba­gai dam­pak usaha penemuan kasus yang terus ditingkatkan. Peningkatan penemuan ka­sus juga di­bare­ngi dengan upaya pence­gahan, pe­mu­tusan mata rantai dan pengo­batan pe­nya­kit terse­but,” ucap Ros­nini usai me­la­kukan perte­muan dengan ang­gota Komisi IX DPR di Padang akhir pekan lalu.

Rosnini menargetkan 5 sam­pai 10 tahun mendatang, terjadi penu­runan kasus baru. Adapun program pencegahan penularan HIV/AIDS yang dilakukan adalah universal precaution, peng­gu­naan kondom pada hubungan seks be­risiko, penggunaan jarum suntik steril, komunikasi infor­masi dan edukasi HIV AIDS pada kelompok pelajar, kelompok risiko tinggi dan masyarakat umum. “Ting­ginya kasus HIV/AIDS di Sum­bar dikarenakan peng­gunaan jarum suntik,” tuturnya.

Secara terpisah, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menu­turkan, sejak tahun 1999 sam­pai 2011, sedikitnya 109 orang me­ning­gal akibat HIV/AIDS. De­ngan rincian Padang­paria­man 5 orang, Tanahdatar 4 orang, Pe­sisir Selatan 2 orang, Agam 6 orang (selengkapnya lihat grafis).

Dari tahun 1992 hingga 2011, telah ditemukan 871 kasus (35 melalui serosurvey, 114 dari PMI, 722 dari RS terdiri dari 40 HIV dan 682 AIDS). Adapun laporan HIV/AIDS yang dilaporkan oleh kota dan kabupaten adalah AIDS sebanyak 682 kasus dan HIV sebanyak 40 kasus.

“Saya berharap kepala dae­rah juga memberikan perha­tian yang serius untuk pena­nganan kasus HIV AIDS di daerah masing-masing dae­rah,” tuturnya.

Ia menyebutkan, penyebab HIV/AIDS di Sumatera Barat yang terbanyak adalah melalui narkoba jarum suntik yaitu: pada HIV 50,29% (343 kasus dari 682 kasus) dan pada AIDS 20,83% (15 dari 72 kasus). Salah satu upaya yang dilaku­kan adalah menetapkan Fas­yan­kes IPWL (Institusi Pene­rima Wajib Lapor), melalui Kepmenkes 1305/Menkes/SK/VI/2011 tentang IPWL, yang terdiri dari 3 RS, yaitu: RSJ HB Saanin, RSUP Dr M Djamil Padang dan Puskesmas Perkotaan Bukittinggi.

Kenyataan epidemik AIDS di Sumbar saat ini, jika dilihat dari jumlah kasus, jumlah AIDS jauh lebih besar daripada HIV, yang menggambarkan belum optimalnya upaya pen­ja­ringan kasus, faktor risiko terbesar adalah IDU, sudah ada ibu hamil dan anak yang HIV/AIDS, HIV dan AIDS 60% berkembang menjadi tuberculosis.

“Tentunya untuk mem­berantas penyakit ini dibutuh­kan kerja sama semua pihak. Tanggung jawab untuk penun­tasan kasus HIV/AIDS ini, merupakan tanggung jawab bersama,” ucapnya. (*)

Sumber: http://padangekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7277