Dinkes intensifkan konseling HIV/AIDS
Tanggal: Thursday, 27 December 2012
Topik: HIV/AIDS


Waspada Online, 26 Desember 2012

MEDAN - Dinas Kesehatan Sumatera Utara mulai 2013 akan mengembangkan program Provider Initiative Testing and Conseling (PITC) dalam upaya lebih mrngintensifkan indentifikasi warga yang diduga menderita HIV/AIDS.

"Dalam program itu, petugas atau provider yang berinisiatif menawarkan konseling dan testing untuk pemeriksaan darah pasien, sehingga lebih cepat diketahui apakah terinfeksi HIV. Namun, ini harus mendapatkan persetujuan dari pasien," kata Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Sumut Sukarni di Medan, hari ini.

Agar program tersebut dapat berjalan baik, ia berharap semua rumah sakit, dan puskesmas yang ada di Sumatera Utara harus berinisiatif menawarkan testing dan konseling.

"PITC nantinya selain di puskesmas, juga di poliklinik RS seperti poli paru, kulit/kelamin, kebidanan dan kandungan dan anak," katanya.

Dengan inisiatif petugas layanan tersebut, semua masyarakat terurama yang sedang mendapatkan perawatan akan lebih banyak mengetahui tentang HIV dan memeriksakan diri sehingga fenomena gunung es tentang HIV dapat segera dibongkar.

Misalnya, saat seorang calon ibu memeriksakan kandungannya akan langsung diberi pemahaman apa itu HIV dan kemudian ditawari untuk melakukan pemeriksaan darah.

Dengan demikian, orang yang tidak memahami resiko HIV akan semakin paham dan tentunya akan berusaha secara maksimal mencegah agar tidak terinfenksi.

"Hal yang sama juga dapat dilakukan bagi penderita sakit paru atau kulit. Namun tentunya petugas hanya menawarkan dan tidak boleh ada pemaksanaan," katanya.

Rencananya kedepan, lanjut dia, dengan dikembangkannya program PITC itu, maka akan diberikan pelatihan kepada petugas di rumah sakit dan beberapa petugas puskesmas, juga petugas laboratorium untuk pemeriksaaan darah.

"Program PITC ini secara bertahap akan dikembangkan terutama di layanan yang belum ada VCT-nya, karena yang ada VCT-nya, harusnya sudah berjalan," katanya.

Mengenai penyediaan bahan untuk pemeriksaan seperti reagensia, Dinkes Sumut untuk sementara akan menyuplai kepada layanan yang sudah berjalan.

"Kalau temuan kasusnya lebih banyak, kita akan menggandeng kabupaten/kota agar menganggarkan dana untuk pembelian reagensia," katanya.

Sumber: http://www.waspada.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7279