80 Persen Penderita AIDS Alami Infeksi Jamur
Tanggal: Monday, 31 December 2012
Topik: Narkoba


Berita Sore, 27 Desember 2012

MEDAN: Penderita AIDS diharapkan dapat menjaga kesehatannya dengan baik. Sebab, jika terjadi penurunan kekebalan tubuh, apapun kuman yang menghampiri, maka si penderita akan menjadi sakit.

“Umumnya ada dua Infeksi Oppurtunistik (IO) yang dapat dialami oleh penderita AIDS,” kata Project Officer Global Fund Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Andi Ilham Lubis, Rabu (26/12) di ruang kerjanya. Infeksi oportunistik itu, katanya, merupakan penyakit yang jarang terjadi pada orang sehat, tetapi menyebabkan infeksi pada individu yang sistem kekebalannya terganggu, termasuk infeksi HIV. Organisme-organisme penyakit ini sering hadir dalam tubuh, tetapi umumnya dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh yang sehat.

“Ketika seseorang terinfeksi HIV mengembangkan IO, tahapannya masuk ke diagnosis AIDS. Umumnya IO yang paling banyak dialami penderita AIDS yakni Candidiasis (infeksi karena jamur) sekira 80 persen,” jelasnya. Selain itu, penyebab lain yang dapat menginfeksi penderita AIDS yakni TB Paru. “Kalau TB Paru ini, persentasenya sekira 40 persenan. Makanya, setiap orang yang sudah terinfeksi HIV distadium 2, dia harus minum obat profilaksis. Semua ODHA, akan mendapatkan profilaksis 100 persen. Obat inilah untuk mencegah terjadinya IO,” timpalnya.

Selain persoalan IO, katanya, ODHA sering mendapatkan kendala seperti jauhnya tempat layanan kesehatan dari ODHA, dan keterbatasan SDM dalam memberikan layanan. “Makanya tidak sedikit ODHA yang harus mendapatkan ARV untuk konsumsi sebulan. Selama ini ya seperti itu kondisinya. Pasien dari Nias dan harus mengambil ARV ke Medan dan tenaga kesehatan yang kita latih, belum bekerja maksimal,” sebutnya.

Sebenarnya, sambung Andi, yang menjadi kendala mengapa ODHA tidak mendapatkan layanan, yakni perlu mendapat dukungan dari masyarakat seperti tokoh masyarakat, tokoh agama dan semua pihak. “ODHA membutuhkan orang lain dalam mendampinginya ke layanan. Selama ini, kecendrungan ini sering diabaikan. Peran serta masyarakat inilah yang masih kurang,” jelasnya.

Tak hanya masyarakat saja, kendala lainnya juga terlihat dari pemerintah kabupaten/kota. “Dalam penanggaran untuk HIV/AIDS di daerah juga belum terlihat. Untuk itulah, kita minta kepada masyarakat maupun pemerintah agar mau memperhatikan hal ini termasuk masyarakat agar jangan mendiskriminasi pada ODHA,” harapnya. (don)

Sumber: http://beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7283