Penularan HIV-AIDS Lewat Hubungan Seksual Pada 2012 Tertinggi
Tanggal: Thursday, 03 January 2013
Topik: HIV/AIDS


Detik, 02 Januari 2012

Bandung - Perkembangan penyebaran virus HIV-AIDS di Jawa Barat pada 2012 terjadi perubahan. Bila sebelumnya penularan tertinggi virus tersebut karena pertukaran jarum suntik di pengguna narkoba suntik, kini disebabkan karena transmisi seksual atau hubungan seksual berlainan jenis yang berisiko.

Dalam rilis yang diterima detikbandung dari KPA Jabar, Rabu (2/1/2013), peningkatan kasus HIV akibat penggunaan jarum suntik tidak setinggi kasus transmisi seksual.

Penularan karena jarum suntik narkoba pada tahun 2010 tercatat sebanyak 3.601 kasus, lalu pada tahun 2011 meningkat menjadi 3.770 kasus atau bertambah 169 kasus. Pada tahun 2012 terjadi lagi peningkatan kasus sebanyak 397 kasus menjadi 4.167 kasus HIV-AIDS.

Sementara penularan kasus HIV karena transmisi seksual pada 2010 tercatat 1.216 kasus dan pada tahun 2011 mencapai 1.401 kasus atau bertambah 185 kasus. Sementara pada tahun 2012, peningkatannya melonjak menjadi 2.212 kasus atau bertambah 811 kasus.

"Jadi peningkatannya (jarum suntik) lebih kecil dibandingkan dengan kasus pada hubungan seksual," ujar dr Yuzar I.B. Ismoetoto, Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan / P2PL Dinas Kesehatan Jawa Barat. Sementara data kumulatif kasus HIV-AIDS yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Jabar sejak 1989 hingga Juni 2012, yaitu 7.375 kasus HIV-AIDS (4645 kasus AIDS dan 2730 HIV positif ). (ern/ern)

Sumber: http://bandung.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7287