80 Persen Penderita AIDS Alami Candidiasis
Tanggal: Thursday, 03 January 2013
Topik: Narkoba


Berita Sore, 02 Januari 2013

MEDAN: Pengidap AIDS diminta untuk dapat menjaga kesehatannya dengan baik. Sebab, jika terjadi penurunan kekebalan tubuh, virus ataupun kuman yang menghampiri,maka si pengidap akan menjadi sakit.

Pada umumnya ada dua infeksi oportunistik (IO) yang da pat dialami oleh pengidap AIDS yakni IO candidiasis (infeksi jamur)dan TB Paru. “Infeksi oportunistik adalah infeksi yang disebabkan oleh organisme yang biasanya tidak menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang normal, tetapi dapat menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk,” kata Project Officer Global Fund Dinas Kesehatan Sumatera Utara Andi Ilham Lubis, Senin (31/12).

Infeksi oportunistik itu, sebutnya, merupakan penyakit yang jarang terjadi pada orang sehat, tetapi menyebabkan infeksi pada individu yang system kekebalannya terganggu, termasuk infeksi HIV.

Organisme-organisme penyakit ini sering hadir dalam tubuh, tetapi umumnya dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh yang sehat.“Ketika seseorang terinfeksi HIV mengembangkan infeksioportunistik, tahapannya masuk ke diagnosis AIDS.

Umumnya IO yang paling banyak dialami penderita AIDS yakni candidiasis (infeksi karena jamur) sekira 80 persen,”ujarnya. Selain itu, penyebab lain yang dapat menginfeksi penderita AIDS yakni TB Paru. “Kalau TB Paru ini, persentasenya sekira 40 persen.

Makanya, setiap orang yang sudah terinfeksi HIV stadium 2, dia harus minum obat profilaksis. Semua ODHA, akan mendapatkan profilaksis 100 persen. Obat inilah untuk mencegah terjadinya IO,” sebutnya.

Selain persoalan IO, katanya, ODHA sering mendapatkan kendala seperti jauhnya tempat layanan kesehatan dari ODHA, dan keterbatasan SDM dalam memberikan layanan. “Makanya tidak sedikit ODHA yang harus mendapatkan ARV untuk konsumsi sebulan. Selama ini ya seperti itu kondisinya. Pasien dari Nias dan harus mengambil ARV ke Medan dan tenaga kesehatan yang kita latih,belum bekerja maksimal,”tuturnya.

Sebenarnya, lanjut Andi, yang menjadi kendala mengapa ODHA tidak mendapatkan layanan, yakni perlu mendapat dukungan dari masyarakat seperti tokoh masyarakat, tokoh agama dan semua pihak. “ODHA inikan juga membutuhkan orang lain dalam mendampinginya ke layanan.

Selama ini, kecenderungan ini sering diabaikan. Peran serta masyarakat inilah yang masih kurang,”katanya. Kendala lainnya juga terlihat dari pemerintah kabupaten/kota. “Dalam penganggaran untuk HIV/AIDS di daerah juga belum terlihat. Untuk itulah, kita minta kepada masyarakat maupun pemerintah agar mau memperhatikan hal ini termasuk masyarakat agar jangan mendiskriminasi pada ODHA,”ujar Andi. (WSP/h02)

Sumber: http://beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7288