Presiden Gambia Siapkan RS Khusus HIV/AIDS dengan Pengobatan Herbal
Tanggal: Thursday, 03 January 2013
Topik: HIV/AIDS


Berita Satu, 02 Januari 2013

Menurut para pakar medis dunia barat, pengobatan AIDS dengan herbal ala Yahya Jammeh memberikan harapan palsu kepada para pasien.

Pada tahun 2007, Presiden Gambia Yahya Jammeh mengklaim berhasil menemukan obat untuk AIDS yang terbuat dari herbal. Kini, ia mengumumkan rencana untuk membangun RS yang khusus menangani AIDS dengan ramuan herbal khusus racikannya itu.

"Dengan keberhasilan proyek pengobatan herbal ini, kami berniat untuk mengobati sekitar 10 ribu pasien HIV/AIDS setiap 6 bulan melalui pengobatan alami di rumah sakit khusus," kata Jammeh, saat memberikan salam Tahun Baru kepada rakyatnya.

Rumah sakit khusus dengan 1.111 tempat tidur itu rencananya akan mulai beroperasi pada tahun 2015.

Lembaga khusus kesehatan PBB, World Health Organization menanggapi pengobatan ala Jammeh ini sebagai hal yang patut diwaspadai dan membahayakan. Pengobatan ala Jammeh mengharuskan pasiennya untuk berhenti mengkonsumsi obat-obatan anti-retroviral --obat yang harus diminum pasien HIV/AIDS kembangan pengobatan dunia barat-- dan ini, menurut WHO, bisa menyebabkan pasien berisiko terkena infeksi.

Di bulan Oktober, klaim Jammeh, sekitar 68 pasien HIV/AIDS yang menjalani pengobatan herbalnya telah sembuh dan diperbolehkan pulang. Ini merupakan gelombang ketujuh sejak pengobatan ini dimulai 5 tahun lalu.

Administrasi mantan presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki, sempat diperolok karena menolak pemahaman penyembuhan HIV/AIDS dengan pengobatan herbal, seperti akar bit dan lebih condong ke pengobatan yang diakui masyarakat internasional.

Jumlah kasus HIV di Gambia tergolong rendah dibanding negara-negara bagian Afrika lainnya. Diperkirakan PBB, 2 persen dari rakyat Afrika --sekitar 1,8 juta penduduknya-- terinfeksi penyakit mematikan ini.

Sumber: http://www.beritasatu.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7289