Agam Tiga Besar Kasus HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 08 January 2013
Topik: HIV/AIDS


Padang Ekspres, 05 Januari 2013

Agam — Tahun 2012, jumlah kasus HIV/AIDS di Ka­bu­paten Agam mencapai 53 orang, satu orang HIV dan 52 orang AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan Agam Indra saat dikofirmasi Padang Ekspres Jumat (4/1) mengatakan, Agam berada pada deretan ketiga kasus HIV/AIDS di Sumbar. Kemungkinan ba­nyak yang tak terungkap karena ren­dahya kesadaran induvidu berisiko tinggi memeriksakan diri dan konsultasi ke tempat pe­layanan HIV/AIDS yang ter­se­dia.

Menurut Indra, penyebaran kasus HIV/AIDS terjadi pada pemakai narkoba yang me­ng­gunakan jarum suntik dan aki­bat hubungan sejenis atau ho­mo­seksual.

“Untuk mengatasi HIV/AIDS ini Dinas Kesehatan Ka­bu­paten agam bekerjasama de­ngan KPA Agam. Selama 2012, melakukan penyuluhan HIV/AIDS dan membuat posko kon­sultasi dan posko wajib lapor bagi penyidap penyakit HIV/AIDS di Puskesmas Biaro. Ma­sya­rakat sudah mulai terbuka un­tuk konsultasi masalah nar­ko­ba, HIV/AIDS, posko ini di­buka 24 jam,” kata Indra.

HIV adalah virus penyebab penyakit AIDS. Virus ini me­nye­rang sel darah putih manusia dan menyebabkan menurunnya kekebalan/daya tahan tubuh, sehingga pengidap mudah ter­se­rang infeksi/penyakit. HIV ma­suk kedalam tubuh manusia, la­ng­sung kedalam darah, ke­mu­dian berkembang secara cepat dan pasti dalam tubuh manusia.

Penularan HIV baru terjadi bila ada kontak atau per­cam­puan dengan cairan tubuh yang mengandung HIV melalui hubu­ngan seksual (heteroseksual, homoseksual, vaginal, anal, oral) de­ngan penginap HIV. Ke­mu­dian melalui transfusi darah atau transpalantasi organ yang tercemar HIV, melalui alat/jarum suntik, alat tusuk lainnya (akupuntur, tatto, tindik) yang tercemar HIV, memakai jarum suntik bersama (biasa pada pe­ngguna narkoba suntikan), da­ri ibu hamil yang menginap HIV ke janin yang dikan­dung­nya.

“Untuk itu kita mengimbau kepada masyarakat agar dapat menghindari gonta ganti pa­sa­ngan seksual, penerima tran­spusi darah dan cangkok organ, bayi dari ibu yang HIV positif, pecandu narkoba suntik, pa­sa­ngan penginap HIV positif dan homoseksual.

HIV/AIDS ini perlu sekali perhatian khusus sebab sampai saat ini belum ada obatnya. Hanya tersedia terapi ARV. Terapi ini terbukti efektif untuk meningkatkan kualitas hidup tetapi tetap tidak dapat me­nyembuhkan. Sampai saat ini belum ada vaksinnya sehingga penginap akan menularkan se­lama hidupnya kepada orang lain. Kalau dibiarkan dan tidak diperhatikan akan meninggal dalam waktu 5-10 tahun serta penyebaran virus ini sangat cepat.

Perjalanan penyakit (window Period) dari seseorang yang terinfeksi HIV dari mulai ma­suk­nya virus HIV ke tubuh ma­nusia memerlukan waktu yang lama sampai jatuh ke gejala AIDS. Waktu yang dibutuhkan sampai ke gejala AIDS dari orang yang terinfeksi positif virus HIV adalah 5-10 tahun.

Gejala awal yang timbul be­rupa, demam, selera makan menurun, diare terus menerus dan berat badan turun secara dratis. Gejala-gejala AIDS an­tara lain radang paru-paru, radang saluran pencernaaan, kanker kulit, radang karena jamur di mulut dan ke­rong­kongan, tuberkolusis, gangguan su­sunan syaraf yang tidak bisa sembuh dan infeksi op­por­tu­nistik lain. Dari mulai timbul ge­jala AIDS kalau tidak di­per­hatikan secara khusus pasien akan meninggal dunia dalam waktu 6 bulan s/d 2 tahun.

Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Agam dalam rangka Hari AIDS Sedunia yang jatuh 1 Desember setiap tahunnya me­lakukan sosialisasi ke tiga SMA/SMK yaitu SMA Negeri 1 Lu­buk­basung, SMA Negeri 2 Lubuk basung dan SMK Negeri 1 Lu­buk­basung dan masing-masing Pus­kesmas ada di Kabupaten Agam wajib melakukan so­sialisasi HIV/AIDS ke sekolah di wilayah kerja masing-masing.

“Dari sosialisasi ini diha­rap­kan bisa meningkatkan penge­ta­huan mengenai HIV/AIDS. Ke­giatan ini serentak 6 Desember 2012 narasumber adalah tim dari Kabupaten seperti dari Dinas Kesehatan, Sosial, Kes­bang, peranan wanita dan KB serta Kementerian Agama Ka­bupaten Agam,” katanya.

Voluntary Counseling and Testing yaitu kegiatan Pe­me­riksaan sukarela yang beresiko HIV/AIDS ke tiga Lapas yaitu Lapas Kelas II B Lubukbasung, Lapas Kelas II A Maninjau dan Lapas Kelas II B Bukittinggi. Kegiatan VCT ini diharapkan bisa terjaring dari warga binaan lapas yang berisiko tinggi ter­tular HIV. Dari ke tiga lapas yang dilakukan VCT ini tidak ada yang terjaring positif HIV. Kegiatan ini serentak pada ta­ng­gal 5 Desember 2012 oleh tim VCT Kabupaten Agam.(y)

Sumber: http://padangekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7291