Pengidap HIV/AIDS Meningkat, Anggaran Minim
Tanggal: Monday, 21 January 2013
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 09 Januari 2013

SITUBONDO — Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terus meningkat, tetapi anggaran untuk menanganinya minim. Terbukti, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2013 hanya dialokasikan anggaran senilai Rp 75 juta.

Menurut konselor HIV/AIDS Kabupaten Situbondo, Heryawan, saat ini tercatat sebanyak 136 orang yang positif mengidap HIV/AIDS. Sebanyak 21 orang di antaranya adalah PSK yang masih aktif melayani pria hidung belang. Para PSK tersebut tersebar pada tiga eks pelacuran di Kota Situbondso, dengan rincian 7 PSK di eks lokalisasi Gunung Sampan, Desa Kotakan, Kecamatan Kota Situbondo; 8 PSK di eks lokalisasi Bandengan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan; dan 3 PSK di eks lokalisasi Nyioran, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur.

Dia menambahkan, jumlah penderita HIV/AIDS setiap tahun terus meningkat. Tahun 2010 terdapat 35 orang, tahun 2011 menjadi 64 orang, dan tahun 2012 mencapai 136 orang.

Dimintai tanggapan tentang anggaran yang minim, anggota Komisi IV DPRD, Rudi Afianto, mengatakan, dana tersebut hanya cukup untuk sosialisasi. Saat pembahasan RAPBD, dia tidak sampai memelototi detail pengajuan anggaran dari eksekutif karena hearing bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan dinas kesehatan serta fokus pada kasus arisan seks pelajar.

Menurut dia, idealnya anggaran untuk menanggulangi penyakit mematikan seperti HIV/AIDS sekitar Rp 500 juta. Sebab, berdasarkan data KPA, kasus HIV/AIDS setiap tahun terus meningkat.

"KPA harus dibantu oleh semua pihak, tidak boleh kerja sendirian. Nanti anggaran kami upayakan ditambah melalui Perubahan APBD 2013," tukasnya, Rabu (9/1/2013).

Sumber: http://regional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7298