Tekan Penyebaran HIV/AIDS, Ratusan PMKS di Tangsel Jalani Tes Darah
Tanggal: Monday, 21 January 2013
Topik: HIV/AIDS


Metrotvnews.com, 11 Januari 2013

Tangerang: Sebanyak 187 wanita penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), Kamis (10/1) menjalani tes pemeriksaan darah (sero survey) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kegiatan demikian bertujuan meminimalisir penyebaran virus HIV/ AIDS di kota tersebut mengingat keberadaan PMKS sendiri sulit diatasi. Seluruh peserta merupakan para PMKS yang berhasil terjaring petugas gabungan selama dua pekan belakangan dari beberapa wilayah seperti Jalan Raya Puspiptek, Pondok Aren, Pamulang, serta Ciputat.

"Sero survey atau ambil darah ini untuk mendeteksi apakah mengandung virus HIV/AIDS atau tidak," ungkap Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Muhammad Rusmin.

Ia menjelaskan, sesuai instruksi dari Kementerian Kesehatan bahwa setiap kabupaten/kota di Indonesia diwajibkan mengumpulkan 200 sampel darah. Setelah masing-masing sampel yang telah dikumpulkan dan didata maka tiga hari berikutnya akan dikirim ke laboratorium pusat. "Kita di sini hanya bertugas mengambil sampel darah saja, hasilnya baru diketahui lewat laboratorium pusat," imbuhnya.

Setelah diketahui hasil uji laboratorium terhadap sampel yang dikumpulkan dari PMKS, lanjut Rusmin, bila memang ditemukan ada yang positif terjangkit virus HIV/AIDS maka pemerintah daerah di setiap kabupaten/kota wajib mengkarantinanya.

"Tes darah ini untuk pemetaan wilayah zona merah HIV/AIDS. Bila hasilnya positif maka PMKS ini diamankan dan dilarang untuk keluar," jelasnya.

Menanggapi sulitnya memberantas kegiatan PMKS, Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tangsel Purnama Wijaya mengungkapkan, bahwa ada dua permasalahan krusial dan mendasar yang menjadi pekerjaan rumah dalam penanganan masalah penyakit masyarakat (Pekat).

Hingga kini, menurutnya kedua masalah tersebut terus menjadi benang kusut yang sulit diurai. "Adanya oknum tokoh masyarakat yang masih melindungi keberadaan tempat prostitusi terselubung dan belum adanya panti sosial dan rehabilitasi sama," ungkapnya.

Seperti diketahui, hingga kini Pemkot Tangsel belum memiliki panti sosial dan rehabilitasi bagi Pekat yang terjaring razia. Meski telah terjalin kerjasama dengan Panti Mulya Jaya di Pasar Rebo, Jakarta Timur, namun kondisinya masih sangat terbatas. "Hanya 52 orang per enam bulan kuota yang bisa ditampung," terangnya. (DA/OL-2)

Sumber: http://www.metrotvnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7300