LP se-Indonesia Canangkan Bebas HP, Pungli, Narkoba dan Aids
Tanggal: Monday, 21 January 2013
Topik: Narkoba


SoloPos, 11 Januari 2013

JAKARTA – Petugas pemasyarakatan di seluruh Indonesia baik lembaga pemasyarakatan (lapas), rumah tahanan, balai pemasyarakatn, dan rupbasan mengadakan apel siaga secara serentak dalam rangka pencanangan Pemasyarakatan Getting to Zero HP (telepon seluler), pungli, narkoba (halinar) dan HIV/AIDS.

Berdasarkan pemantauan bisnis.com di LP Narkotika Kelas IIA, Cipinang Jakarta Timur Kamis (11/1/2013) sekitar pukul 09.00 WIB, seluruh nara pidana dan petugas LP Cipinang sedang mengadakan dzikir bersama. Acara dilanjutkan dengan apel bersama dalam pencanangan gerakan Pemasyarakatan Getting to Zero HP, pungli, narkoba dan Aids.

Apel siaga dilaksanakan di Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Pemasyarakatan masing-masing atau dipusatkan di UPT Pemasyarakatan yang berada di ibu kota provinsi. Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Sihabudin, mengatakan kegiatan apel siaga itu merupakan program awal pelaksanaan tugas pemasyarakatan pada tahun ini.

Menurutnya, apel siaga pencanangan bebas Hp di LP itu dilakukan sebagai upaya penyatuan tekad dan komitmen dalam meningkatkan semangat serta interitas moral dan profesionalisme petugas pemasyarakatan. Terutama dalam upaya menekan keberadaan telepon seluler, pungutan liar, dan peredaran narkoba di lapas/rutan.

“Segala yang terjadi pada 2012 kita jadikan pembelajaran agar kita senantiasa menjadi insan pemasyarakatan yang tangguh dalam melaksanakan tugas. Jangan berkecil hati terkait sorotan pemberitaan yang kerap memojokkan kita,” ujarnya dalam membuka apel siaga di LP Cipinang, pagi ini (11/1/2013).

Dia mengaharapkan seluruh petugas pemasyarakatan untuk bekerja keras dan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan dan juga masyarakat.

“Tidak ada toleransi terhadap halinar [hp, pungli, narkoba].

Menurutnya, sepanjang tahun lalu, Ditjen Pemasyarakatan telah menjatuhkan hukuman kepada 176 petugas pemasyarakatan yang terbukti melanggar kode etik maupun pidana, baik hukuman ringan, sedang, dan berat. Sementara itu, sebanyak 276 petugas masih dalam proses.

Sihabudin menyatakan dengan program Getting to Zero HIV/Aids yang sudah dilaksanakan selama 4 tahun terakhir, hasilnya 149 lapas/rutan telah memberikan pelayanan HIV, 50 pelayanan volunteer counceling test (VTC), serta layanan komprehensif di lebih dari 59 lapas/rutan.

“Upaya Getting to Zero yang dilakukan institusi Pemasyarakatan mendapat dukungan penuh dan telah diapresiasi oleh UNAIDS yang beberapa waktu lalu datang meninjau ke Lapas Narkotika Jakarta.”

Sumber: http://www.solopos.com/




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7301