3410 Warga Medan Terjangkit HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 21 January 2013
Topik: HIV/AIDS


Berita Sore, 18 Januari 2013

MEDAN: Dari laporan klinik VCT dan rumah sakit sejak 2006 sampai Desember 2012, sebanyak 3410 kasus HIV/AIDS di Kota Medan. Dari jumlah itu, 2379 HIV dan 1031 AIDS dan tidak ada kasus yang dilaporkan dari luar kota.

“Berdasarkan jenis kelamin untuk laki-laki lebih tinggi kasusnya yaitu 2573 dan perempuan 837 kasus,” sebut Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan dr Mardohar Tambunan, kepada wartawan, Kamis (17/1), di ruangannya.

Sedangkan jumlah yang meninggal, sebanyak 747 orang dari 3410 kasus. Dari jumlah tersebut, yang dilaporkan meninggal laki-laki sebanyak 610 orang dan perempuan 747 orang.

Bila dilihat dari tahun 2006, sebut Mardohar, memang terjadi peningkatan kasus. Hal ini menurutnya dikarenakan Dinas Kesehatan, KPA, LSM dan lainnya telah menjalankan program penjaringan kasus, sosialisasi dan masyarakat semakin mengerti untuk datang ke klinik atau rumah sakit untuk memeriksakan dirinya.

“Semakin dikejar kasusnya semakin tinggi karena itu juga kasus HIV/AIDS seperti fenomena gunung es, yang hanya nampak dipermukaan tetapi didalamnya masih banyak yang belum ditemukan,” ujarnya.

Sekarang ini, sambung Mardohar, walaupun faktor resiko terbesar dari Heteroseksual sebanyak 2198 kasus, IDUs (narkoba suntik) 958 kasus dan homoseksual 118 kasus, ibu rumah tangga juga sudah banyak yang terinfkesi sebanyak 452 orang sejak tahun 2006 sampai 2012.

“Kasus dari faktor resiko transfusi darah juga ada 31 orang dan yang tidak diketahui 49 kasus serta faktor resiko perinatal (dari ibu ke anak) 56 kasus,” terangnya. Kedepan, katanya lagi, Medan sudah mempunyai peraturan Walikota tentang HIV/AIDS dan saat ini sedang dilakukan pembahasan membuat petunjuk teknisnya.

“Ternyata untuk penanggulangan HIV/AIDS ini semua pihak terkait seperti Dinas Sosial, Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, serta Infokom harus turut berperan dalam penanggulangan dan pencegahannya,” imbuh Mardohar.

Kedepannya, dilakukan pemeriksaan penyakit infeksi sepeti TB Paru dan kepada penderita gizi buruk, juga bila perlu rencana kedepannya juga bagi yang mau menikah juga diharapkan untuk memeriksakan dirinya.

“Dari segi usia ternyata usia produktif (usia 25 sampai 34 tahun) kasusnya lebih banyak yaitu 1934, diikuti usia 35 sampai 44 tahun sebanyak 623, 16 sampai 24 tahun ada 537 tahun, usia diatas 45 tahun ada 241 kasus. Bahkan usia dibawah 10 tahun juga ada 66 kasus. Berdasarkan jenis pekerjaan wiraswasta yang tertinggi dengan 1265 kasus dan tidak diketahui sebanyak 798 kasus,” pungkas Mardohar.

Sementara pendiri LSM Medan Plus Toton Ebanta Kaban menilai hal yang perlu dalam petunjuk teknis terhadap Perwal HIV/AIDS, sebenarnya sekarang sudah ada aktifitas-aktifitas yang sudah terlaksana sampai hari ini, seperti kegiatan pendampingan dan penjangkauan.

“Mungkin itu perlu dibuat lebih spesifik diatur dalam juknis tersebut, misalnya berkaitan dengan orang-orang yang kecenderungan terhadap HIV/AIDS atau narkoba. Disitu perlu dibuat lebih spesifik bagaimana kordinasi antar kepolisian, pelayanan kesehatan dan LSM yang mendampingi, supaya tidak rancu saat pelaksanaannya,” kata Eban menambahkan selama ini yang berjalan itu, ujarnya, masih berjalan sendiri-sendiri, tidak ada MoU yang mengikat masing-masing pihak. (don)

Sumber: http://beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7313