Dinkes Balikpapan Khawatir Makin Banyak Pengidap HIV/AIDS
Tanggal: Wednesday, 23 January 2013
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 23 Januari 2013

BALIKPAPAN — Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan drg Dyah Muryani mengkhawatirkan semakin banyaknya wanita yang mengidap HIV/AIDS di "Kota Minyak" itu.

Dyah di Balikpapan, Selasa (22/1/2013), mengatakan, jumlah wanita pengidap HIV/AIDS tersebut kini mencapai sepertiga dari 606 orang yang diketahui mengidap penyakit yang menggerogoti kekebalan tubuh itu.

"Jadi ada sekitar 200 orang dalam rentang usia yang produktif dan masa subur, 25-45 tahun," kata Dyah.

Kekhawatiran terbesar, ujarnya, adalah akan semakin banyak bayi yang lahir dari mereka, yang hampir pasti mengidap HIV/AIDS sebagai turunan dari ibunya.

Ia menambahkan, jumlah penderita sebanyak 606 orang itu meningkat 117 orang dari jumlah pengidap yang diketahui pada 2012 sebanyak 489 orang.

"Semakin mencemaskan lagi karena kini ada penderita yang masih remaja, yang masih berusia 16 tahun, dan masih bersekolah," katanya.

Ia mengatakan, kini ada fenomena bahwa HIV/AIDS di "Kota Minyak" itu menyebar di kalangan keluarga.

"Ditandai oleh anak balita yang terkena, mengidap, dan kemudian meninggal," tuturnya.

Dia mengungkapkan, sampai saat ini sudah dua anak balita meninggal karena HIV/AIDS. Mereka bagian dari 167 orang yang tewas karena penyakit itu sejak 2005. Kedua anak balita meninggal pada 2012, dan sepanjang tahun itu juga meninggal 6 penderita dewasa.

Anak balita tersebut lahir dari ibu yang juga menderita HIV/AIDS. Sebelumnya, si ibu tertular dari suaminya atau pasangan seksualnya.

Ia mengatakan, penularan HIV/AIDS di Balikpapan umumnya terjadi melalui aktivitas seksual. Lelaki atau suami yang menulari pasangannya di rumah kemungkinan besar tertular dari aktivitas seksual dengan perempuan lain.

"Karena itu, kesetian kepada pasangan, moralitas yang baik, dan perilaku seks yang sehat tetap cara terbaik untuk mencegah penyakit ini," ungkap Dyah.

Seks yang sehat antara lain dengan menggunakan pengaman saat berhubungan, terutama kondom, baik kondom laki-laki maupun kondom perempuan.

Menurut dia, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan (Dinkes Balikpapan) juga terus mengedukasi masyarakat melalui berbagai cara, di antaranya melalui pusat-pusat kesehatan masyarakat dan pesan-pesan moral melalui pemuka agama dan tokoh masyarakat.

Namun, Dyah mengakui masih kesulitan mengajak mereka yang positif mengidap HIV/AIDS untuk berobat. Meski ada jaminan identitas dirahasiakan, tetap saja tidak mudah untuk mengajak mereka.

Sejauh ini Dinas Kesehatan Kota Balikpapan merujuk pasien ke tiga rumah sakit untuk merawat pasien pengidap HIV, yakni RS Pertamina Balikpapan (RSPB), RS Tentara dr Hardjanto (RST), dan yang baru RS Siloam.

"Meski begitu kami lebih fokus pada pencegahan, upaya penyadaran yang lebih mudah dan lebih murah," ujarnya.

Sumber: http://regional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7323