lewat-yayasan-rissa-susmex-rawat-124-boc
Tanggal: Friday, 01 February 2013
Topik: Narkoba


Suaramerdeka.com, 31 Januari 2013

UNGARAN - Kementerian Tenaga Kerja RI memberikan penghargaan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS (P2-HIV/AIDS) kepada delapan perusahaan swasta di Kabupaten Semarang.

Penghargaan diserahkan simbolis oleh Bupati Semarang, Mundjirin kepada perwakilan perusahaan usai Upacara Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tingkat Kabupaten Semarang 2013 di alun-alun Sidomulyo Ungaran, Kamis (31/1).

Perusahaan itu adalah PT Coca Cola Amatil Indonesia dengan kategori Platinum, PT Bina Guna Kimia (gold), PT Apac Inti Corpora (gold), PT Ungaran Sari Garment (gold), PT Pertiwi Indomas (gold), PT Nesia Pan Pasific Knit (gold), PT Sido Muncul (silver), dan PT Nada Surya Tunggal (silver).

Berdasarkan keputusan Dirjen Binwas Ketenagakerjaan, kriteria penilaian di antaranya mewajibkan perusahaan memiliki dokumen tertulis P2-HIV/AIDS, menyiapkan tenaga terlatih penanganan HIV/AIDS, memiliki prosedur baku untuk menjaga kerahasiaan penderita HIV/AIDS, dan tidak ada diskriminasi antara pekerja yang terinveksi HIV/AIDS dengan pekerja lainnya.

Menteri Tenaga Kerja RI Muhaimin Iskandar dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Semarang mengatakan, pelaksanaan K3 di perusahaan merupakan tantangan dan peluang meraih keberhasilan perdagangan global. Sebab di negara maju sebagai tujuan ekspor mengharuskan mutu produk barang dan jasa yang baik, ramah lingkungan, dan memenuhi standar tertentu.

"Untuk itu diperlukan penerapan K3 yang lebih intensif dan akuntabel melalui penerapan sistem manajemen K3 (SMK3). Semua pihak harus ikut serta membudayakan K3 sebagai kontribusi membangun bangsa dan negara agar mampu bersaing dengan negara maju," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyerahkan penghargaan penerapan K3 terbaik di lima perusahaan. Yakni PT Coca Cola Amatil Indonesia, PT Bina Guna Kimia, PT Ungaran Sari Garment, PT Apac Inti Corpora, dan PT Sinas Sosro. Adapun penghargaan perusahaan terbanyak mengadakan donor darah diberikan kepada PT Apac Inti Corpora, PT Ungaran Sari Garment, PT Sido Muncul, PT Makmur Alam Sentosa II, dan PT Batamtex.

Data dari Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang menyebutkan, di Kabupaten Semarang baru 50 persen perusahaan dari total sekitar 101 perusahaan besar yang memiliki petugas pembina K3.

"Dinsosnakertrans sudah menyosialisasikan PP Nomor 50 Tahun 2011 tentang penerapan SMK3 ke semua perusahaan. Terlepas dari itu, kami akan mendorong perusahaan agar mengikutsertakan pekerjanya ikut pelatihan guna mendapatkan sertifikat keahlian K3," tambah Kepala Bagian Pembinaan Hubungan Industrial Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang, Agus Sariyanto.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7331