Sebulan, 5 Orang di Madiun Tertular HIV/AID
Tanggal: Wednesday, 06 February 2013
Topik: HIV/AIDS


LENSAINDONESIA.COM, 05 Februari 2013

Jumlah kasus HIV AIDS di Kabupaten Madiun terus mengalami peningkatan. Pada Januari ini, ditemukan 5 kasus baru penderita HIV AIDS. Jadi, angka ini menambah panjang catatan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) menjadi sekitar 190 orang sejak 2002 lalu.

Temuan 5 kasus baru HIV AIDS selama bulan Januari menyebar di 4 kecamatan di Kabupaten Madiun yaitu Kecamatan Dolopo, Sawahan, Saradan dan Wungu. Dari 5 orang itu terbagi 4 orang menderita AIDS, sedangkan satu orang masih dalam tahap positif HIV.

Dua dari lima penderita baru ini telah meninggal pada Januari ini. “Penderitanya satu wanita dan 4 laki-laki, semuanya dalam usia produktif yaitu 25-50 tahun. Tiap tahun penderita HIV/AIDS cenderung naik,” ujar Madiun Erlina, Petugas Penyuluh Lapangan Komisi Pemberantasan AIDS (KPA) Kabupaten, Senin (04/02/2013).

Ia mengatakan kasus HIV AIDS di Kabupaten Madiun cenderung mengalami peningkatan tiap tahunnya, karena banyak warga mulai terbuka terhadap petugas. Selain itu, tingginya kasus temuan baru ditunjang kesadaran para peresiko memeriksakan kesehatannya di klinik Voluntary Conseling Test (VCT) atau PMI setempat.

“Cenderung lebih banyak ditemukan karena akhirnya banyak yang melapor sehingga keberadaan penderita lebih banyak terungkap. Temuan 5 kasus baru ini, jumlah kasus temuan HIV AIDS di Kabupaten Madiun total sejak pertama kali ditemukan tahun 2002 hingga akhir bulan Januari tahun ini telah mencapai 190 kasus.

Dari jumlah total tersebut, hampir 80 penderita di antaranya telah meninggal dunia dan sisanya masih terus dilakukan pendampingan petugas penyuluh lapangan KPA. Sementara itu Hery Setiawan Sekretaris KPA Kabupaten Madiun menambahkan, penanggulangan HIV AIDS di wilayah Kabupaten Madiun menemui sejumlah kendala.

Kendala minimnya jumlah petugas melakukan pendampingan dan sosialisasi. “Petugas untuk melakukan pendampingan pada ODHA hanya ada 3 orang untuk lebih dari 100 ODHA. Selain itu, juga minimnya anggaran dana untuk pendampingan dan program,” ungkap Hery.

KPA menerima bantuan dana dari pemerintah daerah sebesar Rp 180 juta setahun. “Jumlah itu tidak mencukupi, karena anggaran dibutuhkan dalam setahun mencapai Rp 500 juta. Meski begitu, KPA dengan lembaga terkait, terus melakukan sosialisasi dan pendampingan ke masyarakat baik umum maupun perisiko tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak-PKK Kabupaten Madiun Ny Hj Sri Purwati menyatakan ikut berperan serta mensosialisasikan seputar HIV/Aids, pemberian semangat bagi ODHA untuk terus berobat. “Bagi kalangan wanita dilokalisasi, kami berikan bekal ketrampilan dan permodalan, agar bisa keluar dari lokalisasi,” pungkasnya.@arso

Sumber: http://www.lensaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7337