Biji Jinten Hitam Potensial Sembuhkan AIDS
Tanggal: Wednesday, 06 February 2013
Topik: Narkoba


Okezone.com, 05 Februari 2013

JAKARTA - HIV-AIDS merupakan penyakit mematikan yang hingga kini belum ditemukan obatnya. Namun menurut penelitian Dosen farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Akrom, biji jinten hitam berpotensi menjadi obat antiretroviral bagi HIV-AIDS. Atas penelitian tersebut, Akrom meraih gelar doktor dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Secara empirik, biji jinten hitam sudah dipakai sebagai bahan jamu untuk pengobatan herbal yang mampu mengobati berbagai kelainan antara lain sebagai imunomodulator, antivirus, antidiabetes mellitus, antikanker, antiasma, dan antiepilepsi.

Kandungan timokuinon, nigelon, dan asam lemak tak jenuh dalam Nigella sativa Lor itu diduga bersifat antioksidatif, kemopreventif, dan imunomodulator. Berdasarkan hasil penelitian baru-baru ini, ekstrak heksan biji jinten hitam (EHBJH) potensial untuk dikembangkan sebagai agen kemopreventif antikarsinogenesis melalui mekanisme antioksidan sitoprotektif dan imunomodulator. Pasalnya, efek ekstrak heksan biji jinten hitam dapat meningkatkan limfosit CD4, CD8, kadar IFNgamma, dan hematoprotektor. Sehingga potensial untuk dikembangkan sebagai imunomodulator pada penderita imunodefisiensi, misalnya pada pasien terinfeksi HIV-AIDS yang mengalami penurunan jumlah sel CD4.

“Keberhasilan biji jinten meningkatkan jumlah sel CD4 dan CD8 serta berdampak pada populasi sel CD4CD25Treg sehingga memberikan harapan pada pasien-pasien HIV-AIDS yang menjalani terapi antiretroviral sebagai terapi ajuvan (pengobatan yang ditambahkan untuk meningkatkan efektivitas terapi primer),” ujar Akrom, seperti dilansir situs UGM, Selasa (5/2/2013).

Akrom menyebut, skala penelitian laboratorium melalui pemberian EHBJH baru dilakukan terhadap tikus. Namun diketahui timokuinon memiliki efek kemopreventif antikarsinogenesis pada tikus bahkan mampu menurunkan 81-97 persen tingkat kematian, menghambat kerusakan hepar dan ginjal, serta meningkatkan jumlah lekosit dan hemoglobin.

“Ekstrak heksan biji jinten juga mampu menurunkan 45-50 persen insidensi pembentukan nodul dan menurunkan 70-90 persen pembentukan adenokarsinoma mamae tikus yang diinduksi dimetilbenz(a)antracene,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, pemberian ekstrak heksan biji jinten hitam mampu meningkatkan jumlah limfosit darah tepi, meningkatkan jumlah limfosit CD4Th, CD8, dan CD4CD25treg, meningkatkan berat limpa dan jumlah limfosit, serta aktivitas limfosit dalam mensekresi IFNgamma. (mrg)

Sumber: http://kampus.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7338