Menkes bantah Indonesia mundur tanggulangi HIV/AIDS
Tanggal: Wednesday, 06 February 2013
Topik: HIV/AIDS


Merdeka.com, 05 Februari 2013

Menteri kesehatan Nafsiah Mboi mengaku kecewa dengan berita di beberapa media asing yang mengatakan bahwa Indonesia mundur dalam upaya penanggulangan HIV AIDS. Di beberapa negara angka kenaikan infeksi baru HIV AIDS juga bertambah. Namun, Nafsiah mengakui memang Indonesia mengalami kenaikan jumlah lebih dari 25% ODHA.

"Awalnya saya patah hati, UNAIDS menilai kita mundur. Tapi yasudahlah kita kerja saja, kita perbaiki diri. Tapi ternyata memang kita lebih baik dari negara lain. Saya kira semua orang bisa salah. Indonesia mulai merintis langkah-langkah yang lebih baik," kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (5/1).

Tapi ternyata menurut Nafsiah, kesimpulan Indonesia mengalami peningkatan penderita AIDS yang tinggi itu keliru. "Kesimpulan itu adalah bukan dari UNAIDS tapi ini dari pers," kata Nafsiah.

"Kita sebagai satu tim sudah sepakat mau berusaha untuk mencapai target infeksi baru sampai setengah. Indonesia ada peningkatan, ya betul. Tapi itu harusnya terdengar baik. Karena semakin banyak yang terdeksi, semakin banyak pula ODHA yang di obati dan dapat bertahan hidup lebih lama," tambah Guru Besar Universitas Indonesia, Zubairi Djoerban dalam kesempatan yang sama.

"Indonesia diperlakukan tidak adil. Jika dilihat, Afrika Selatan juga naik. Malah, jauh lebih banyak angka AIDS di Afrika Selatan yang meningkat. Tapi, hanya Indonesia saja yang disebut mengalami peningkatan sangat tinggi," imbuhnya.

Menurutnya, memang betul angka infeksi baru HIV AIDS di Indonesia naik hingga 25%. Namun, hal itu menurutnya justru adalah peningkatan yang baik dalam upaya penanggulangan HIV AIDS. Menurutnya, semakin banyak ODHA yang terdeteksi, semakin besar peluang untuk meminimalisir penularan virus HIV AIDS. Ia tidak membenarkan pernyataan media dunia bahwa Indonesia mundur dalam langkah penanggulangan HIV AIDS.

"Hampir di semua dunia internasional, Indonesia dinyatakan mundur berat dalam penanggulangan HIV AIDS. Itu saya nyatakan tidak benar. Makin banyak ODHA terdeteksi, makin bisa meminimalisasikan penularan ODHA," imbuhnya.

Dalam langkah penanggulangan HIV AIDS, menurut Zubairi terdapat beberapa indikator yang perlu didalami. Pertama, prevalensi HIV dengan target <0,5% yang telah dicapai .Kedua, persentase penduduk 15-24 tahun yang mempunyai pengetahuan komprehensif tentang HIV mencapai target 95% dengan pencapaian 20,6%.

Sementara ketiga, persentase penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko tinggi dengan target 65% dan telah dicapai 35%, dan keempat, persentase ODHA yang mendapatkan ART dengan target 90% telah mencapai 73,6%.

"Perkembangan jumlah pelayanan pengurangan dampak buruk telah meningkat luar biasa. Sehingga, akan meningkatkan pengendalian dan mulai menurunkan jumlah infeksi baru HIV dengan empat indikator di atas," kata Zubairi.

Sumber: http://www.merdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7341