30 Juta Penduduk Indonesia Bakal Dites HIV AIDS
Tanggal: Wednesday, 06 February 2013
Topik: HIV/AIDS


Liputan6.com, 05 Februari 2013

Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus berupaya untuk menangani penularan HIV/AIDS. Tapi, pemberitaan media internasional yang mengatakan Indonesia mengalami kemunduran (setback) dalam penanganan HIV/AIDS, membuat Kemenkes berusaha membuktikan kerja kerasnya.

Setelah berhasil dengan pemberian ARV (obat antiretroviral untuk pasien HIV/AIDS), pemerintah berencana melakukan tes pada masyarakat di seluruh Indonesia di tahun 2013.

Manajer Unit Pelatihan Terpadu (UPT) HIV/AIDS Profesor Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM, belum memastikan waktu pelaksanaan tes itu. Begitu pula dengan jumlah orang yang akan mengikuti tes, tapi perkiraan Zubairi ada sekitar 30 juta penduduk di seluruh Indonesia.

"Ya, berapa jumlahnya, terserahlah. Saya kira angka 30 juta itu angka yang rasional," kata Profesor Zubairi di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Selasa (5/2/2013).

Tes tersebut, lanjut Profesor Zubairi, akan diprioritaskan pada Pekerja Seks Komersil (PSK), Man Sex Man (MSM), semua ibu hamil, serta masyarakat umum. Menurutnya, masyarakat umum harus ikut tes karena bisa saja tak pernah menyadari kalau tertular HIV/AIDS.

Mengenai pengobatan dengan ARV, Profesor Zubairi menjelaskan, Indonesia dianggap sudah berhasil. Secara klinis, pemberian ARV bisa membuat berat badan penderita HIV/AIDS meningkat dan infeksi pun berkurang.

Selain itu, ARV dapat meningkatkan CD4, yakni penanda di permukaan sel darah putih manusia dan menjadi indikator fungsi dari kekebalan tubuh.

"Semakin banyak infeksi HIV yang terdekteksi itu merupakan kabar baik untuk kita. Soalnya, pasien yang terdeteksi akan cepat mendapatkan penanganan medis".(Mel/Igw)

Sumber: http://health.liputan6.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7343