Tempat prostitusi berkedok salon resahkan warga Cirebon
Tanggal: Wednesday, 06 February 2013
Topik: Narkoba


Merdeka.com, 06 Februari 2013

Sejumlah salon plus yang berada di daerah Pantura Kota Cirebon, Jawa Barat, semakin meresahkan warga karena dugaan sebagai sarang prostitusi.

Madiono, salah seorang warga Cirebon mengatakan, semakin maraknya tempat prostitusi berupa salon cukup meresahkan warga Kota Cirebon.

Ia menambahkan, salon plus marak warga khawatir penyakit menular, yakni HIV/ADIS di daerah Pantura semakin tidak terkendali akibat praktik seks bebas tersebut, sebaiknya pihak terkait peduli dan merazia tempat tersebut.

"Salon plus nampak dari luas seperti salon kecantikan biasanya, karena di ruang pamer tetap menyediakan alat-alat kecantikan, tetapi mereka menyediakan ruangan khusus yang diduga untuk transaksi seks bebas," katanya. Demikian ditulis Antara, Selasa (5/2).

Warjono warga lain mengaku, keberadaan salon plus yang menyediakan jasa tidak terpuji sangat meresahkan masyarakat, karena akan merusak mental generasi muda, selain itu sangat mempermudah penularan penyakit HIV/AIDS.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Cirebon Sri Maryati, kepada wartawan di Cirebon, mengatakan, penularan penyakit 'Human immunodeficiency virus and acquired immuno deficiency syndrome: HIV/AIDS' melalui penjaja seks komersial masih menyumbangkan angka cukup tinggi setelah pecandu narkotika jenis jarum suntik.

Pihaknya, mengimbau kepada masyarakat Kota Cirebon supaya mewaspadai penularan penyakit HIV/AIDS di daerah Pantura akibat perilaku pembeli seks bebas karena dampaknya berbahaya bagi mereka lelaki berkeluarga juga mereka yang belum memiliki pasangan hidup karena akan tertular setelah menikah.

"Penderita HIV/AIDS di daerah Pantura Kota Cirebon, Jawa Barat, terus bertambah kini mencapai 494 sebelumnya 488 penularan penyakit tersebut melalui berbagai media, kini akibat perilaku seks bebas naik dan diperkirakan angkanya mencapai 30 persen," kata, kata Dikatakannya, KPA Kota Cirebon terus mengawasi sejumlah penjaja seks komersial yang masih beroperasi, hal itu untuk menekan penyebaran HIV/AIDS karena penularannya cukup memprihatinkan, semua orang bisa tertular penyakit HIV/AIDS terutama dari hubungan seks.

Sumber: http://www.merdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7345