5 Kementerian Ingin ABG Lebih Kenal dengan HIV AIDS
Tanggal: Wednesday, 13 February 2013
Topik: HIV/AIDS


Liputan6.com, 12 Februari 2013

Jakarta: Kaum muda dinilai masih kurang pemahamannya soal HIV/AIDS. Untuk itu lima kementerian sepakat untuk meningkatkan pengetahuan komprehensif HIV AIDS pada penduduk usia 15-24 tahun.

Kelima kementerian itu adalah Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Luar Negeri. Dan kelimanya sudah menandatangani MoU pada peringatan Hari AIDS pada Desember 2012. Tujuannya agar Kemenkes mencapai tujuannya dalam MDG's.

Menurut Kemenkes, dari data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) kaum muda berusia 15-24tahun yang memahami tentang HIV AIDS masih 11,4 persen. Padahal, Kemenkes menargetkan sebanyak 95 persen hingga akhir 2014.

Kepala Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes dr Lilly S Sulistyowati, M.M, mengatakan, kelima kementerian itu dipilih karena beberapa alasan. Namun menurutnya, keterlibatannya tak hanya melibatkan lima kementerian dalam penyuluhan HIV AIDS.

"Kita sama-sama menggandeng tangan untuk satu perubahan yang nantinya akan sama-sama baik untuk masyarakat Indonesia. Khususnya remaja tersebut," ujarnya dalam Diskusi yang digelar di Hotel Puri Denpasar, Jakarta, Selasa (12/2/2013).

"Ini semua ada kaitannya dengan usia remaja. Kayak misalnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bisa melalui materi di setiap pelajaran, kayak Menteri Agama RI itu punya madrasah dan ada kaitan dengan agama dan ada kaitannya dengan usia 15-24 tahun. Kalau Mensos, ini kan lebih ke sosial dan usia 15-24 tahun masuk ke sosial," tambahnya.

Salah satu cara meningkatkan pengetahuan HIV AIDS, Kemenkes menggelar kampanye 'Aku Bangga Aku Tahu'. Sedangkan, Kepala Bidang Advokasi Kemitraan Kemenkes Dr Nana Mulyana mengatakan, kampanye ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pamahaman HIV AIDS di kalangan remaja. Khususnya kaum muda.

Jenis kegiatan kampanye yang dilakukan Kemenkes melibatkan, kegiatan pencegahan HIV AIDS pada kelompok remaja, kegiatan kampanye melalui sosial media. Selain itu, kegiatan memperkenalkan ke media seperti televisi, radio, koran. Dan kegiatan kemitraan dengan dunia usaha.

Selanjutnya, Kemenkes menyediakan pelatihan fasilitator 'Aku Bangga Aku Tahu' pada 2012 dengan target 500 fasilitator kampanye dari kabupaten atau kota yang berasal dari 100 kabupaten kota dari 10 provinsi.

Pada 2012, kampanye itu meliputi penyuluhan di 10 provinsi. Untuk 2013, targetnya, 650 fasilitator dari 130 kabupaten kota dari 13 provinsi. Pada 2014 di 10 provinsi melibatkan 500 fasilitator dari 100 kabupaten kota yang berasal cari 10 provinsi.

Nana juga menjelaskan, pada 2012, Kemenkes telah mengadakan kuis yang bisa diakses dan telah diikuti oleh 5.000 remaja. Pada 2013, ditargetkan 20 ribu remaja ikut kuis tentang HIV AIDS. Sedangkan di 2014, ditargetkan 40 ribu remaja. (Mel/Igw)

Sumber: http://health.liputan6.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7358