Kemkes: Masyarakat Harus Inisiatif Periksa HIV/AIDS
Tanggal: Wednesday, 13 February 2013
Topik: HIV/AIDS


Berita Satu, 13 Februari 2012

"Ada cara untuk mengetahui penyakit HIV/AIDS yaitu melalui inisiatif masyarakat sendiri maupun petugas untuk memeriksa masyarakat yang diduga berisiko terkena HIV/AIDS."

Bantul - Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI meminta masyarakat berinisiatif untuk memeriksakan diri ke rumah sakit setempat jika ada dugaan terjangkit penyakit mematikan HIV/AIDS.

"Ada cara untuk mengetahui penyakit HIV/AIDS yaitu melalui inisiatif masyarakat sendiri maupun petugas untuk memeriksa masyarakat yang diduga berisiko terkena HIV/AIDS," kata Kepala Dirjen P2PL Kementrian Kesehatan RI Tjandra Yoga Aditama, Selasa (12/2).

Tjandra di sela serah terima jabatan kepala Kantor Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta di Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengatakan Kemenkes menargetkan sebanyak mungkin dapat menemukan kasus HIV/AIDS.

"Penemuan kasus HIV/AIDS sebanyak mungkin penting untuk mendukung pencegahan dan penanganan penyakit ini, apalagi Indonesia yang kasusnya relatif terlambat diketahui, makanya usaha penemuan kasus terus ditingkatkan agar bisa segera tertangani," katanya.

Bahkan, kata Tjandra untuk menjangkau masyarakat di daerah yang sulit akses kesehatan juga disiapkan mobil vicity yang hal itu bisa dikomunikasikan dengan Dinas Kesehatan atau puskesmas setempat.

Sementara dari temuan kasus, kata Tjandra sebagian besar menimpa ibu rumah tangga yang umumnya tertular dari para suami yang sudah terlebih dahulu mengidap penyakit HIV/AIDS.

Dalam menangani kasus ini, pihaknya menegaskan pentingnya upaya yang menyeluruh mulai dari pendidikan agama, penanaman nilai-nilai keluarga serta upaya dari berbagai lembaga kesehatan terkait dan pemerintah daerah.

"Kami juga menghimbau agar masyarakat terutama yang sudah mengetehui terinveksi harus memeriksakan diri, sehingga masih ada kemungkinan untuk mencegah penularan pada anak," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah juga menjamin pengobatan penyakit HIV/AIDS secara gratis seumur hidup, dan secara nasional sudah ada sebanyak 237 rumah sakit yang dijadikan rujukan untuk penanganan HIV/AIDS.

Sedangkan untuk rumah sakit di DIY di antaranya adalah Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul, PKU Muhammadiyah, Panti Rapih, Bethesda, Sardjito (Yogyakarta) dan RS Wonosari Gunung Kidul dan RS Kulon Progo.

Sementara, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bantul, Marsudi Hadiwiyono belum lama ini mengatakan data di KPA Bantul tercatat ada sebanyak 167 orang terdeteksi terserang HIV dan 145 orang AIDS.

"Kasus sebagian besar ditemukan di lima kecamatan yaitu Kretek, Sanden, Srandakan, Kasihan dan Banguntapan, dari kasus tersebut juga diketahui hampir 30 persen adalah ibu rumah tangga," katanya.

Sumber: http://www.beritasatu.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7360