DPRD Rekomendasikan KLB HIV/AIDS di Probolinggo
Tanggal: Thursday, 14 February 2013
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 13 Februari 2013

PROBOLINGGO -- Komisi C DPRD Kota Probolinggo, Jawa Timur merekomendasikan status kejadian luar biasa (KLB) penyakit HIV/AIDS di Probolinggo.

Hal itu menyusul meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Probolinggo. Namun ironisnya, daerah tersebut belum memiliki Komisi Penanggulangan HIV/AIDS.

Keputusan rekomendasi status KLB HIV/AIDS, diputuskan Komisi C dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan, pihak RSUD dr Mohammad Saleh, dan Yayasan Sosial Karya Mandiri serta Bedug Institute di gedung DPRD Probolinggo, Rabu (14/2/2013).

"Silahkan saja punya tafsir sendiri. Keputusan KLB itu diambil bukan sebagai hal yang menakutkan. Melainkan agar penanganannya serius dan fokus," ujar Ketua Komisi C, Nasution.

Selain merekomendasikan status KLB, Komisi C juga mengajukan 6 poin yang harus segera dilakukan pemerintah dalam penanggulangan HIV/AIDS. Beberapa di antaranya adalah pembentukan KPA dan manajer kasus serta penambahan anggaran. "Untuk anggaran nanti kita ketemu di Banggar (Badan Anggaran, red)," kata Nasuiton.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Probolinggo dituding tidak berbuat banyak dalam penanggulangan HIV/AIDS. Ketua Yayasan Sosial Mandiri Septiana Alfonsian mengungkapkan, perhatian pemerintah pada penderita HIV/AIDS masih minim.

"Mereka belum tertangani secara maksimal. Data penderita yang kita dampingi sebanyak 25 orang," ujarnya.

Sementara, penelitian dan pendampingan penderita HIV/AIDS yang dilakukan Bedug Institute menunjukkan sejumlah masalah. Di antaranya Kota Probolinggo belum memiliki KPA HIV/AIDS; tidak adanya alat tes CD4 (tes kekebalan tubuh) dan; obat ARV.

"Bantuan nutrisi bagi anak yang positif HIV/AIDS juga tidak ada. Kemudian fasilitas bagi penderita juga belum ada. Ya, memang belum tertangani secara baik," ujar Badrus, aktivis Bedug Institute.

Bedug menyebutkan, penderita HIV/AIDS di Kota Probolinggo yang ditanganinya sebanyak 14 orang. Mereka ada yang laki-laki, perempuan dan anak di bawah umur.

"Anak di bawah umur itu ketularan bapaknya yang terinfeksi karena seks bebas," timpal Badrus.

Sumber: http://regional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7362