HIV/AIDS Serang Lingga
Tanggal: Monday, 18 February 2013
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 15 Februari 2013

Lingga - Teridentifikasinya sebanyak 16 orang penderita HIV/AIDS di Kabupaten Lingga oleh Dinkes Kabupaten Lingga mendapat tanggapan dari beberapa kalangan tokoh mas yarakat.

Untuk menekan penyebaran penyakit yang belum ditemukan obat penyembuhan penyakit tersebut, Pemkab diminta serius tangani persoalan HIV/AIDS di Lingga. Hal itu disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Lingga, Jhoni Satria, Kamis (14/2/2013).

Dikatakannya, dari data yang dihimpunnya, Kabupaten Lingga menjadi urutan ke-2 setelah Batam. Urutan tersebut dari tingkat penyebaran HIV/AIDS di tahun 2012. "Artinya, angka ini tidak main-main, dan jangan dianggap sepele. Perlu penanganan serius dari pemerintah melalui instansi terkait," ujarnya.

Menurut Jhoni, HIV/AIDS bisa diatasi penyebarannya. Adapun salah satu tahapannya adalah melalui sosialisasi pencegahan HIV/AIDS dari Dinas Kesehatan ataupun instansi terkait kepada masyarakat banyak, seperti penggunaan jarum suntik, menghindari hubungan seksual di luar nikah serta sosialisasi penggunaan alat kontrasepsi.

Disebutkannya, penyebaran HIV/ AIDS dapat ditekan kalau perlu langkah sosialisasi itu sudah dilakukan sedini mungkin. Sehingga gejala sosial yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut tidak menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan di tengah masyarakat.

Lebih jauh Jhoni mengatakan dilihat dari angka peningkatan yang terjadi dari tahun 2011 lalu, ia menilai pemerintah dalam hal ini juga dinas terkait, kurang tanggap dalam menekan angka penyebaran HIV/ AIDS di Kabupaten Lingga. Karena peningkatan yang terjadi cukup signifikan. "Ini perlu perhatian serius dan pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Lingga melalui dinas terkait," sebut Jhoni.

Disayangkannya, bila negeri Bunda Tanah Melayu berada pada posisi kedua tertinggi penyebaran HIV/AIDS di Provinsi Kepri. Ironisnya, kondisi ini tidak ditanggapi oleh pemerintah setempat untuk melakukan pencegahan dan penekanan penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Lingga.

Menurut Jhoni, persoalan HIV/AIDS di Kabupaten Lingga bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Ke depan hal itu, merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Selain itu, jangan menganggap sepele sekecil apa pun persoalan seperti halnya HIV/AIDS yang sudah teridentifikasi di Kabupaten Lingga sebanyak 16 orang penderita di tahun 2012.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah satu staf Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, Rosmalisa sudah mengatakan penanganan penderita HIV/AIDS sudah dilakukan dengan memberikan imun untuk ketahanan tubuh. Begitu juga, di tahun 2013 ini, dinas terkait sudah mengusulkan anggaran untuk klinik khusus penanganan HIV/AIDS ke pemerintah setempat. Karena, di Kabupaten Lingga belum ada klinik khusus yang menangani penderita HIV/AIDS. [mes]

Sumber: http://sindikasi.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7372