Dinkes: Penyebar Data Penderita AIDS Sudah Ditegur
Tanggal: Wednesday, 20 February 2013
Topik: Narkoba


Suaramerdeka.com, 19 Februari 2013

UNGARAN
- Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang telah memberikan surat teguran kepada salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Semarang. Teguran tersebut diberikan menyusul adanya dugaan kesalahan prosedur penanganan orang dengan HIV/Aids (ODHA).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Ani Rahardjo melalui Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan, Gunadi mengatakan, pihaknya sudah memberikan surat teguran kepada salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Semarang terkait kebocoran data ODHA.

"Berdasarkan keterangan, tenaga medis yang memberitahukan kondisi ODHA itu masih ada hubungan keluarga. Meski demikian tindakan tersebut tetap keliru, menyusul stigmatisasi dan diskriminasi masyarakat terhadap ODHA sangatlah tinggi," papar Gunadi kepada suaramerdeka.com, Selasa (19/2).

Berdasarkan data yang ada, hingga kini sudah dua kasus penderita HIV/AIDS di Kabupaten Semarang yang bocor tersebar kepada masyarakat. Keduanya terjadi di lingkungan Kecamatan Jambu dan Kecamatan Ambarawa.

"Sanksi pembinaan ditetapkan sesuai prosedur internal instansi yang bersangkutan," ujarnya.

Dihubungi terpisah, pegiat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Semarang, Taufik Kurniawan menyebutkan, pihaknya masih menemui kasus kebocoran status ODHA yang dilakukan oleh tenaga medis.

Menurut dia, meski sosialisasi mengenai HIV/AIDS sudah dilakukan, pihaknya tidak bisa menjamin informasi tersebut bisa diteruskan ke tingkat yang lebih bawah lagi.

"Kami berharap pihak terkait memberikan teguran baik lisan maupun tertulis hingga penegakan sanksi kepada penyebar data ODHA," tandas Taufik.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7378