187 Orang Meninggal Dunia Penularan HIV/AIDS di Lamongan Merambah Kalangan Remaj
Tanggal: Friday, 22 February 2013
Topik: HIV/AIDS


LENSAINDONESIA.COM: 22 Februari 2013

Sejak ditemukan 2 orang penderita di tahun 2002, saat ini jumlah penderita penyakit HIV/AIDS di Lamongan kini sudah berkembang menjadi 400 orang. Dari jumlah itu, yang meninggal dunia sudah sebanyak 187 orang.

Bahkan, penderitanya sekarang sudah merambah ke kalangan anak anak dan remaja.

Baca juga: Bupati Lamongan Kunjungi Rumah Bocah Penderita Tumor Otak dan Bupati Lamongan Launching Mata Pelajaran Bahasa Arab dan Tahfidz

Berangkat dari keprihatinan akan mulai bahaya penularan AIDS terutama pada anak-anak dan remaja, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPA) Lamongan mengadakan acara Orientasi Fasilitator sekaligus mengkampanyekan program Pencegahan HIV/AIDS “Aku Bangga Aku Tahu”.

Kegiatan itu diadakan di Ruang Sabha Dyaksa Pemkab Lamongan, Kamis (21/02/2013).

Sebanyak 80 orang Pembina OSIS dan guru Bimbingan Penyuluhan Bimbingan Konseling (BPBK) bersama pengurus karang taruna dan serikat pekerja hadir dalam acara tersebut.

Asisten Tata Praja Kabupaten Lamongan Lilik Humam di kesempatan itu menghimbau dan mengajak untuk menggelorakan penanggulangan penyakit HIV AIDS. Dia juga mengajak peserta orientasi untuk meningkatkan komitmen dan kepedulian terhadap HIV/AIDS melalui koordinaasi KPA.

Mengenai kampanye “Aku Bangga Aku Tahu”, dia mengharapkan bisa meningkatkan akses universal kepada seluruh masyarakat terhadap informasi pencegahan, dukungan dan pengobatan HIV/AIDS.

Berdasar data Dinas Kesehatan Lamongan, seperti disampaikan oleh fasilitaor dari Dinas Kesehatan Abdul Qodir, dari 400 penderita tersebut, 15 penderita diantaranya adalah anak-anak. Dengan rincian 14 anak usia 0-4 tahun dan 1 usia 5-9.

Kemudian sebanyak 25 penderita usia 15-24 tahun dan penderita remaja hingga usia 24 tahun mencapai 25 orang. Sisanya adalah usia 25 tahun keatas. Kecamatan Ngimbang masih menduduki peringkat tertinggi dalam banyaknya penderita penyakit AIDS, yakni 32 orang. Sementara Sukorame menjadi kecamatan paling sedikit penderitanya, yaitu 1 orang.

Diungkapkan fasilitator dari Dinas Pendidikan, Abdul Rohman, kampanye “Aku Bangga Aku Tahu” tahu sendiri diluncurkan di Jakarta tahun 2011 oleh Wakil Persiden RI Budiono sebagai upaya edukasi publik tentang HIV dan AIDS kepada kaum muda.

Kampanye itu ditagetkan kepada kaum muda usia 15-24. Dalam kampanye ini digunakan media Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) yang ada untuk memeratakan pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang HIV/AIDS diantara kaum muda.@ali muhtar

Sumber: http://www.lensaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7384