Petugas Kesehatan Harus Proaktif Temukan Kasus HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 04 March 2013
Topik: HIV/AIDS


Berita Sore, 28 Februari 2013

MEDAN: Petugas kesehatan dari berbagai profesi diminta proaktif dalam mempercepat penemuan kasus HIV/AIDS baru di Sumut. Pasalnya, pada tahun 2012 kemarin, baru 6 ribu kasus HIV/AIDS ditemukan, sementara angka estimasi kasus HIV/AIDS di Sumut mencapai 17 ribu kasus.

“Semakin banyak ditemukan kasus baru, maka penanggulangan dan pencegahan dan penularan kasus baru sedini mungkin bisa dilakukan,” kata Project Officer Global Fund Dinkes Sumut Andi Ilham Lubis kepada sejumlah wartawan di ruangan kerjanya, Selasa (26/2).

Dijelaskannya, sifat proaktif petugas kesehatan ini disebut juga Provider Initiated HIV Testing and Counseling (PITC) atau pemeriksaan dan konseling HIV atas inisiatif penyedia layanan kesehatan. Artinya, provider kesehatan berperan aktif untuk melihat apakah pasien bersangkutan memiliki gejala-gejala terinfeksi HIV ataupun faktor risiko tinggi terpapar HIV.

“Setiap pasien yang datang ke dokter dengan indikasi gejala-gejala infeksi HIV dapat segera dideteksi apakah positif atau tidak, sehingga deteksi dini HIV dapat lebih efektif. Penderita penyakit yang memiliki kemungkinan menderita HIV/AIDS adalah penderita penyakit infeksi menular seksual (IMS),tuberculosis, jamur, dan beberapa penyakit lainnya,” sebutnya.

Selama ini, lanjutnya, penemuan kasus baru HIV/AIDS masih sebatas sukarela dari seseorang yang berisiko tinggi terkena HIV/AIDS. “Selama inikan sifatnya hanya menunggu seseorang secara sukarela untuk melakukan pemeriksaan di VCT (Voluntary Counseling Testing).

Sekarang tidak, dengan proaktifnya petugas kesehatan maka mempercepat penemuan kasus tanpa harus menunggu berdirinya VCT,” ujarnya. Untuk itulah, kata Andi, perlu dorongan dari organisasi profesi kesehatan agar program PITC ini dimaksimalkan.

“Makanya organisasi profesi kesehatan harus menjadikan penanggulangan HIV/AIDS ini masuk dalam bagian program kerja. Selama ini tidak banyak organisasi profesi ini memasukkan penanggulangan HIV/AIDS dalam program kerja. Padahal, organisasi profesi ini berperan dalam mencapai tujuan pembangunan millenium 2015,” tuturnya.

Menurut dia, organisasi profesi kesehatan, bisa mengajak anggotanya secara periodic untuk diberikan pemahaman tentang PITC ini. “Organisasi profesi bisa bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Peduli AIDS Indonesia dalam hal pemahaman tentang konselingdan lainnya,” ujarnya sembarimengatakan, Dinkes Sumut di-sini berperan sebagai fasilitator.

Sedangkan Dinkes Sumut, saatini sedang mempersiapkan Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) di kabupaten/kota.“Artinya kita melatih tenaga kesehatan puskesmas sehingga paham dengan HIV/AIDS dan menyediakan layanan VCTnya.

Di Medan sudah ada lima puskesmas yang bisa memberikan layanan kesehatan dasar terhadap penderita HIV/AIDS yaitu Puskesmas Teladan, Petisah, P.Bulan, Helvetia, dan Medan Deli,” sebut Andi. (WSP/h02)

Sumber: http://beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7395