Data Jumlah Penderita HIV/AIDS di Kab. Sumedang Masih Minim
Tanggal: Monday, 04 March 2013
Topik: HIV/AIDS


PRLM, 01 Maret 2013

SUMEDANG - Data jumlah penderita yang terinfeksi virus HIV/Aids di Kab. Sumedang, dinilai masih minim. Hal itu, jika mengacu pada estimasi kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyebutkan setiap 1.000 orang penduduk, diperkirakan ada satu orang yang diduga terjangkit virus HIV. Jika jumlah penduduk di Kab. Sumedang 1,2 juta jiwa, berarti warga Sumedang yang diduga terinfeksi virus HIV mencapai 1.200 orang.

“Sementara, data yang tercatat di kami, hanya mencapai 197 orang. Oleh karena itu, diduga masih banyak penderita virus HIV di Sumedang yang belum terungkap. Potensi penderita HIV yang belum terungkap ini, berisiko tinggi bisa menular kepada yang lain,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kab. Sumedang, dr. Hilman Taufik WS yang juga Direktur RSUD Kab. Sumedang di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kab. Sumedang, Kamis (28/2/13).

Menurut dia, mengingat jumlah penderita HIV di Kab. Sumedang masih relatif minim, sehingga KPA hingga kini tengah mencari sekaligus mengungkap para penderita lainnya. Upaya itu dilakukan dengan pendekatan psikologis, melalui sosialisasi, penyuluhan serta komunikasi. Bahkan KPA secara sukarela melakukan konsultasi, melayani tes HIV serta memberikan pengobatan gratis.

“Jadi program kita sekarang, mencari sebanyak-banyaknya para penderita HIV. Kita melayani konsultasi, tes HIV serta pengobatan untuk menghindari risiko tinggi penularan virus HIV kepada yang lain,” kata Hilman.

Ia menilai, daerah kabupaten/kota yang jumlah penderita HIV/Aids-nya banyak, justru daerah itu dinilai berhasil dalam menanggulangi penyebaran virus HIV/Aids. Sebaliknya , jika sedikit daerah itu dianggap tidak berhasil. Pasalnya, karakter ODHA (orang dengan HIV/Aids) secara psikologis cenderung tertutup. Mereka sengaja menyembunyikan penyakitnya.

“Oleh karena itu, penanggulangan HIV/Aids ini perlu penanganan eksklusif sehingga para penderita bisa terbuka serta mau berkonsultasi, melakukan tes HIV sekaligus pengobatan,” kata Hilman. (A-67/A-88)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7398