Untuk Pertama Kalinya Bayi Berhasil Disembuhkan dari HIV
Tanggal: Tuesday, 05 March 2013
Topik: HIV/AIDS


Harian Analisa, 05 Maret 2013

PARA peneliti mengemukakan Minggu bahwa mereka untuk pertama kalinya berhasil "menyembuhkan" seorang bayi yang dilahirkan dengan HIV -- sebuah perkembangan yang dapat membantu meningkatkan kualitas pengobatan bayi-bayi yang terinfeksi virus tersebut. Ada nuansa teknis yang penting: periset bersikukuh menyebutnya sebagai suatu "kesembuhan fungsional" bukannya suatu kesembuhan total.

Itu lantaran virus tersebut tidak terbasmi total. Tapi kehadiran virus itu telah melemah jadi level begitu rendah sehingga suatu body dapat mengendalikannya tanpa perlu dibantu pemberian obat standar.

Satu-satunya pasien yang sembuh sepenuhnya dari AIDS yang diakui di seluruh dunia adalah apa yang disebut "Berlin patient," warga Amerika bernama Timothy Brown. Pria itu dianggap sembuh dari HIV dan leukemia lima tahun dia setelah menerima cangkok sumsum tulang dari seorang donor langka yang secara alami resisten terhadap HIV. Transplan sumsum itu dilakukan dengan tujuan mengobati leukemianya.

Dosis

Namun dalam kasus baru ini, bayi perempuan itu tidak menerima lagi obat antiretroviral invasif atau pelik melainkan obat biasa. Kendati demikian, perbedaannya terletak pada dosis dan waktu pemberian obat tersebut: dimulai kurang dari 30 jam setelah kelahirannya.

Pengobatan agresif semacam itulah yang mungkin menghasilan "kesembuhan fungsional," papar periset dalam pertemuan tahunan ke-20 Conference on Retroviruses and Opportunistic Infections (CROI) di Atlanta, Georgia, AS.

Apa yang disebut para periset sebagai sel-sel tidur terinfeksi HIV pada pasien penderita HIV dalam beberapa pekan setelah dihentikannya pemberian obat antiretroviral, sehingga memaksa kebanyakan orang positif HIV untuk terus memakai obat tersebut seumur hidup atau risiko penyakit tersebut memburuk.

"Terapi antiviral selekasnya pada bayi baru lahir yang dimulai beberapa hari setelah terpapar bisa membantu bayi terbebas dari virus tersebut dan mencapai pengurangan jangka panjang tanpa perlu menjalani pengobatan seumur hidup dengan mencegah tempat persembunyi virus demikian terbentuk di tempat pertama," ungkap ketua tim riset Deborah Persaud dari Pusat Anak Rumah Sakit Johns Hopkins di Baltimore, Maryland. Keberhasilan mengatasi HIV itu pada seorang bayi tampaknya merupakan pertama kalinya, ucap Persaud.

Bayi itu terterular penyakit tersebut dari ibunya yang positif HIV, dan penanganan bayi tersebut dengan obat antiretroviral berdosis terapetis dimulai bahkan sebelum tes darah positifnya sendiri diperdapat.

Lebih Rendah

Aturan khusus untuk bayi berisiko tinggi menetapkan pemberian obat berdosis lebih kecil diberikan kepada bayi itu sampai hasil-hasil tes darah HIV diperoleh ketika anak tersebut berusia enam pekan.

Tes-tes menunjukkan kadar virus bayi tersebut terus menurun secara stabil hingga virus tersebut tidak dapat dideteksi lagi 29 hari setelah kelahirannya.

Bayi tersebut diberi pengobatan susulan dengan antiretroviral hingga usia 18 bulan, pada saat mana para dokter kehilangan kontak dengan akan tadi selama 10 bulan. Selama periode itu, bayi tersebut tidak menggunakan obat antiretroviral.

Para peneliti kemudian mampu melakukan serangkaian tes darah -- dan tak satu pun pemeriksaan itu menunjukkan hasil positif HIV.

Penumpasan virus alami tanpa pengobatan merupakan hal sangat langka, seperti terlihat pada hampir setengah persen orang dewasa pengidap HIV, yang dikenal sebagai "elite controllers," yang sistem imun mereka mampu mengendalikan replikasi virus dan meredam virus tadi pada level yang tak terdeteksi secara klinis.

Kendati demikina, ujar para peneliti, prioritas utama mereka adalah mempelajari cara-cara menghentikan pemindahan virus dari ibu ke bayi baru lahir. Pengobatan ARV terhadap para ibu kini berhasil menghentikan transmiri ke bayi baru lahir pada 98 persen dari kasus-kasus seperti itu, urai para ahli.

Riset tersebut didanai oleh National Institute of Health dan American Association for AIDS Research.

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7410