Kisah Pilu Penderita HIV/AIDS Sempat Ditolak Beli Tiket Pesawat
Tanggal: Tuesday, 12 March 2013
Topik: HIV/AIDS


TRIBUNNEWS.COM, 08 Maret 2013

BANJARBARU - Niat Amoy (30)--bukan nama sebenarnya, pulang ke Tangerang untuk berobat sempat tersendat. Dia harus menerima penolakan dari maskapai penerbangan karena penyakit HIV/AIDS yang positif bersarang di tubuhnya.

Ketika ditemui Banjarmasin Post (Tribunnews.com Network), di ruangtunggu, Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru Kalimantan Selatan, Rabu (6/3/2013).Amoy tampak berkeringat. Suranya terlampau pelan. Untuk bergerak pun susah, tubuhnya kurus. Sesekali ia mengusap keringatnya, dengan sapu tangannya.

Ditemani rekannya, Amira (50) wajah Amoy tampak pucat. Amira dibuat pusing dengan kondisi temannya itu. Amoy sempat ditolak untuk membeli tiket City Link, dan Sriwijaya Air. Padahal Amoy sudah mengantongi surat dari kemeterian kesehatan RI, tentang surat keterangan layak terbang.

"Aku jadi depresi, bolak balik. Rasanya diping Pong. Kesana kesini. Ini aku malah tak bisa beli tiket. Seperti apa penerbangan di Kalsel ini," keluh Amira mengebu gebu.

Amira yang merantau ke Kalsel karena mencari pekerjaan itu menurut Amira kerap sakit-sakitan. Ternyata setelah dirawat di Rumah Sakit Pelaihari, diketahui kalau HIV positif.

"Namun masih diketahui layak terbang," ujar Amira.

Hingga kemudian, Amoy sempat dirujuk di RS Anshari Saleh, karena kondisi Drop. Dari rekam medis, no 178675 4 Maret 2013 di Poliklinik VCT Mutu Manikam RSUD Dr, H Moch Ansari Saleh Banjarmasin Prov Kalsel, Amoy diketahui positif, HIV.

Konfirmasi tes HIV2-3-2013 Amoy ditengarai pada Stadium 4. Rejimen atau obat diberikan pihak RS, CD4-43. Selajutnya, melihat kondisi Amoy yang agak membaik, Amira kemudian berencana membawa pulang Amoy, ke Club Waria Tangerang.

Kekesalan Amira muncul saat 1 Maret 2013 lalu, dia dan Amoy sempat beli tiket Sriwijaya Air, namun ditolak dan gagal berangkat. Tiket kemudian dikembalikan. "Saya jadi bingung. Padahal surat layak terbang ada," ujar Amira kesal.

Kejadian berulang ketika Rabu (6/3/2013)Amira membeli tiket citylink juga ditolak. "Saya mulai dari jam 13.00 wita. Tetap tak diperbolehkan. Bagaimana ini. Kepada siapa saya mengadu," keluh sambil menitihkan airmata.

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7418