Suami ''Jajan'', Lima Ibu Positif HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 12 March 2013
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 08 Maret 2013

KENDARI — Penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Kendari sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan, virusnya sudah menular kepada dua balita dan lima ibu rumah tangga. Temuan itu tentu mengejutkan Komisi Penanggulangan HIV/ AIDS Kota Kendari.

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Kendari Dr Ningrum mengatakan, sebagian besar ibu penderita penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan korban oleh para suami yang suka bergonta-ganti pasangan.

"Kasihan para ibu yang menjadi korban suaminya, mereka memiliki suami yang sering bepergian dan bergonta-ganti pasangan," jelasnya, Jumat (8/3/2013).

Menurutnya, penularan HIV itu tidak hanya menjangkit ibu rumah tangga, tetapi anaknya juga tertular dan menjadi korban perbuatan sang bapak yang suka "jajan".

"Kasus baru yang kami temukan akhir tahun 2012, ada lima ibu rumah tangga dan dua balita positif HIV, dan saya pastikan ada banyak kasus HIV/AIDS yang tidak kami ketahui. Kami menemukan kasus itu saat ibu dan anaknya sakit dan diperiksa ternyata mengidap HIV," tutur Dr Ningrum.

Ia mengaku kesulitan untuk mengetahui kasus serupa. Permasalahannya, para ibu hamil tersebut tidak menyadari dirinya positif mengidap HIV/AIDS. Setelah melahirkan, baru ibu hamil tersebut diketahui positif HIV/AIDS.

Namun, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para pelajar dan populasi berisiko, seperti PSK, pelaut, dan sopir-sopir antardaerah yang masih bersih.

Untuk para balita yang tertular HIV, lanjut Ningrum, pihaknya tengah menangani secara intensif. Mereka selalu dipantau dan diberi asupan susu dan obat-obatan oleh tim medis.

"Balita tersebut selalu dipantau perkembangannya oleh tim medis dan kemungkinan jumlah balita yang positif menderita HIV/AIDS bakal bertambah. Sebab, masih banyak ibu hamil yang tidak menyadari jika dirinya menjadi penderita HIV/AIDS," tambahnya.

Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memerangi penyakit HIV/AIDS. Sebab, penanggulangan penyakit tersebut tidak bisa dilakukan hanya oleh instansi terkait.

Sementara itu, data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara selama tahun 2012 telah menemukan 89 kasus HIV/AIDS yang tersebar di kabupaten dan kota. Dengan kelompok umur kasus terbanyak pada umur 25 sampai 49 tahun sebesar 75 persen dan jenis kelamin laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan, yakni 51 laki-laki dan sisanya perempuan.

"Dari jumlah tersebut, kasus tertinggi menurut faktor risiko penularan adalah melalui hubungan seks tidak aman pada heteroseksual 83 orang dan enam orang penderita anak," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Amin Yohanes saat dihubungi, Jumat (8/3/2013) malam.

Dijelaskannya, angka tersebut sebenarnya tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya, mengingat kasus-kasus HIV/AIDS adalah fenomena "gunung es". Artinya, jika ditemukan satu kasus, kemungkinan ada 100 kasus lain yang belum terdeteksi.

"Situasi HIV/AIDS di Sultra dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan kasus walaupun masih dalam batas low epidemic. Artinya, HIV telah ada, namun belum menyebar pada subpopulasi tertentu, infeksi yang tercatat hanya pada individu yang berperilaku risiko tinggi," ungkap Amin.

Sumber: http://regional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7419