9 Mitos Umum Tentang HIV / AIDS
Tanggal: Tuesday, 19 March 2013
Topik: HIV/AIDS


Jawaban.com, 17Maret 2013

HIV / AIDS yang hingga kini masih belum ditemukan penyembuhnya merupakan sebuah penyakit yang sangat ditakuti oleh masyarakat. Tak halnya, banyak sekali mitos-mitos tidak benar yang beredar sehingga dapat menyebabkan ketakutan, putus asa, dan bahkan membahayakan kesehatan.

Berikut ini adalah beberapa mitos tidak benar yang beredar mengenai HIV / AIDS:

#1 HIV Dapat Menular Melalui Kontak Biasa

FAKTA: HIV hanya dapat ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya (ASI, sperma, dan cairan vagina), dan bukan melalui kontak biasa. Memeluk, mencium, berbagi peralatan makan, menggunakan toilet yang sama, atau batuk tidak akan menyebabkan penularan virus HIV. HIV hanya dapat menular melalui beberapa cara berikut:

Berbagi jarum suntik

Keturunan

Seks bebas

Menerima donor darah yang terinfeksi HIV

#2 Seks Oral Tidak Bisa Menyebabkan HIV

FAKTA: Walaupun kesempatannya lebih kecil, Anda tetap bisa terkenap HIV / AIDS dengan melakukan seks oral dengan pria atau wanita. Cairan sperma atau vagina dapat membawa penyakit, terutama jika terjadi luka terbuka pada alat kelamin atau mulut, atau pendarahan yang signifikan pada gusi. Oleh karena itu, penghalang lateks diperlukan selama seks oral atau vagina.

#3 HIV Adalah Penyakit Gay

FAKTA: HIV adalah virus yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang orientasi seksual. Dari bayi, remaja, orang dewasa, perempuan, laki-laki, dan orang-orang dengan ras dan etnik apapun memiliki kesempatan yang sama untuk terjangkit virus tersebut. Di seluruh dunia, menyebarnya virus HIV kebanyakan melalui kontak heteroseksual.

#4 Hanya Orang Tua Dapat Terkena HIV

FAKTA: Survey pada tahun 2007 menyatakan bahwa lebih dari 700 orang muda usia 15-24 tahun didiagnosis terjangkit HIV, dan 11% dari seluruh diagnosis HIV baru, orang muda homoseksual paling berisiko tertular HIV.

#5 Nyamuk Dapat Menularkan HIV

FAKTA: Nyamuk TIDAK menularkan darah orang lain yang mereka hisap. Nyamuk hanya menyuntikkan air liur kepada korban mereka, yang dapat membawa penyakit seperti demam berdarah dan malaria. HIV / AIDS tidak berreproduksi pada serangga. Virus ini tidak dapat bertahan hidup pada nyamuk untuk ditransmisikan melalui air liur.

#6 Wanita Pengidap HIV Tidak Bisa Mempunyai Anak

FAKTA: Wanita yang terinfeksi HIV masih subur dan risiko penularan HIV ke janin yang belum lahir adalah 15 sampai 30 persen. Namun, saat ini dengan terapi antiretroviral, level penularan HIV dari ibu yang terinfeksi kepada janinnya bisa menurun hingga 2 sampai 3 persen.

#7 Pengidap HIV Positif Tampak Sakit

FAKTA: Seseorang bisa terinfeksi HIV / AIDS selama lebih dari 10 tahun tanpa adanya tanda atau gejala yang nampak. Orang yang terkena HIV dapat terlihat sehat selama bertahun-tahun, dan mampu bekerja seperti pada umumnya tanpa adanya tanda-tanda penyakit. Walaupun seseorang tampak sehat, belum tentu ia terbebas dari status HIV / AIDS.

#8 Kondom Selalu Ampuh Untuk Mencegah HIV

FAKTA: Kondom lateks memang sangat memegang peranan penting dalam pencegahan akan penularan virus HIV. Penggunaan kondom secara tepat dan terus menerus untuk seks oral adalah sebuah perlindungan yang baik. Namun, bukan berarti kondom akan 100% melindungi Anda tanpa celah. Anda belum bisa yakin bahwa kondom akan sepenuhnya membebaskan Anda dari penyakit tersebut. Hanya saja, hingga saat ini, kondom masih merupakan cara perlindungan yang efektif.

#9 HIV Adalah Hukuman Mati

FAKTA: Mitos ini adalah mitos yang paling dipercayai oleh kebanyakan orang. Walaupun belum ada obat untuk HIV, bukan berarti HIV adalah hukuman mati. Saat ini, para penderita yang positif HIV dapat memiliki harapan hidup normal dan sehat.

Merupakan sebuah hal yang penting bagi masyarakat untuk mengetahui mitos tentang HIV / AIDS. Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk selalu melakukan seks aman dan melindungi diri mereka sendiri.

Sumber
: http://www.jawaban.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7428