Penderita HIV/AIDS di Yogyakarta Terima Jamkesta
Tanggal: Tuesday, 19 March 2013
Topik: HIV/AIDS


Metrotvnews.com, 18 Maret 2013

Yogyakarta: Penderita HIV/AIDS di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta akan mendapatkan bantuan pembiayaan pengobatan jaminan kesehatan semesta 2013.

Kepala Badan Pelaksana Jaminan Kesejahteraan Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, Pembayun Setyaning Astuti di Yogyakarta, mengatakan orang dengan HIV atau AIDS (ODHA) akan dimasukkan ke dalam Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta) meskipun tidak secara khusus. Namun mereka tergabung dalam kategori kelompok berisiko HIV/AIDS.

"Memang belum secara tegas dan khusus mengalokasikan untuk ODHA namun, mereka telah tercakup dalam kelompok beresiko HIV/AIDS, yang telah masuk dalam Jamkesta," katanya, Senin (18/3).

ODHA yang akan dimasukkan dalam Jamkesta DIY adalah yang masuk dalam kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yakni masyarakat miskin atau sangat miskin, serta Coordination Of Benefit (COB) yakni masyarakat yang rentan miskin.

"Masyarakat rentan miskin yakni masyarakat yang produktif dan mampu namun ketika masuk tingkat Rumah Sakit memang tidak memiliki kemampuan. Sementara bagi ODHA diluar kategori PBI dan COB kebijakan bantuannya masih dalam pembahasan Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten/Kota," katanya.

Selanjutnya, kata dia, bantuan Jamkesta untuk ODHA untuk 2013 hanya diperuntukkan bagi pembiayaan pengobatan semua penyakit ikutan (Infeksi Opportunistik) yang disesuaikan dengan indikasi medis.

"Kami memang hanya membantu pengobatan Infeksi Opportunistiknya saja, asalkan sesuai dengan indikasi medis maka berapapun kebutuhannya walau harus melebihi Rp15 juta akan tetap kami bantu," imbuhnya.

Sementara untuk terapi atau perawatan lanjutan bagi ODHA dengan obat Antiretroviral (ARV), kata dia masih akan dibantu oleh lembaga donor Internasional "Global Fun".

"Sampai tahun ini masih ada pendanaan dari Global Fun bagi ODHA, oleh karena itu tentu tidak diperkenankan satu pasien mendapatkan bantuan dari dua sumber.Untk pengobatan ARV direncanakan telah masuk Jamkesta pada 2014," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi Penanggulangan (KPA) AIDS DIY, Riswanto, mengatakan setiap tahun jumlah kasus HIV/AIDS di DIY rata-rata masih bertambah 150 kasus setiap tahun.

Sesuai data akumulasi penghitungan KPA DIY sejak 1993 hingga November 2012 terdapat 1.941 kasus HIV/AIDS yang terdiri atas 831 kasus AIDS dan 1.110 kasus HIV. (ANT)

Sumber
: http://www.metrotvnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7429