17 Puskesmas di Surakarta Siap Layani Penderita HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 19 March 2013
Topik: HIV/AIDS


Metrotvnews.com, 18 Maret 2013

Solo: Pemerintah Kota Surakarta menyiapkan sebanyak 17 puskesmas, dan empat rumah sakit untuk menambah klinik voluntary councelling and testing atau VCT bagi penderita HIV-AIDS.

"Jumlah penderita HIV-AIDS di Solo dan sekitarnya terus meningkat dan sampai sekarang yang terdata sebanyak 948 kasus," kata Sekretaris I Tenaga Penuh Waktu Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo Harsijo Soepodo kepada wartawan di Solo, Senin (18/3).

Sebanyak 17 puskesmas di Solo, lanjut dia, sudah menyatakan kesanggupan menyiapkan dokter saat diminta menjadi narasumber sosialisasi HIV-AIDS. "Saat ini ada penambahan klinik VCT di RSUD Ngipang dari semula hanya ada di dua RS yakni Dr Oen Kandang Sapi dan RS Dr Moewardi Jebres," katanya.

Selain di tiga RS penyedia klinik VCT itu, sambung dia, penanganan medis penderita HIV-AIDS di Kota Solo dipusatkan di empat UPT Puskesmas yaitu di Puskesmas Manahan, Puskesmas Setabelan, Puskesmas Sangkrah, dan Puskesmas Kratonan.

Ia mengatakan keterlibatan masyarakat dalam program Warga Peduli AIDS (WPA) makin diseriusi selain mendorong perkuatan infrastruktur kesehatan. KPA menargetkan pembentukan WPA di lima kecamatan dan 51 kelurahan melalui pembentukan struktur organisasi di tiap RW dan RT.

"April mendatang akan dideklarasikan WPA yang berstruktur organisasi di 51 kelurahan. Diharapkan seluruh warga ber-KTP Solo peduli HIV-AIDS dan bersedia aktif dalam kegiatan penanggulangan," katanya.

Harsojo mencontohkan keterlibatan aktif WPA meliputi pemberian informasi kepada puskesmas perihal kondisi kesehatan masyarakat. Hal itu untuk mengantisipasi ketidaktahuan KPA tentang keberadaan penderita HIV-AIDS akibat yang bersangkutan enggan memeriksakan diri atau luput dari pantauan para tetangga.

Ia mengatakan di atas kertas ada, 948 kasus HIV-AIDS di Solo dan sekitarnya terdata mulai 2012 hingga Februari 2013. Dari jumlah tersebut, 194 kasus terdata di Solo.

"Kami menyosialisasikannya saat masa orientasi siswa baru, baik itu di jenjang sekolah maupun kuliah. Ditargetkan hingga 2015 mendatang, 90% penduduk Solo tahu tentang HIV-AIDS," kata pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo Tomi Prawoto. Masduki Attamami (Antara)

Sumber: http://www.metrotvnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7433