Mata Pelajaran HIV/Aids di DIY Akan Diseragamkan
Tanggal: Sunday, 24 March 2013
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 23 Maret 2013

YOGYAKARTA - Materi pelajaran (Mapel) penanggulangan HIV/AIDS bagi sekolah-sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta akan diseragamkan pada pertengahan 2013, demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga provinsi ini, Baskara Aji.

"Penyeragaman itu akan dilakukan melalui buku panduan yang dikoordinasikan dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)," kata Baskara Aji, di Yogyakarta, Sabtu (23/3/2013).

Menurut dia, pihaknya memandang perlu untuk membuat sebuah standar acuan yang dibuat oleh orang yang berkompeten di bidang penanggulangan HIV/AIDS yang bisa dipakai oleh semua guru sehingga mapel yang disampaikan akan sama untuk diterapkan sesuai jenjang masing-masing.

Ia mengatakan, kurikulum mengenai penanggulangan HIV/AIDS memang sudah ada, yang diatur melalui Keputusan Menteri Nomor 22 Tahun 2006, namun materinya disiapkan oleh guru masing-masing yang diperoleh dari berbagai sumber.

"Dari dulu memang materi tersebut diampu oleh guru olahraga, di mana materi yang akan disampaikan harus dicari sendiri dengan penyampaian yang disesuaikan dengan jenjang masing-masing," katanya.

Menurut dia, saat ini siswa memerlukan materi yang terstandar langsung dari pakarnya mengingat jumlah penderita HIV/AIDS terus meningkat, selain disesuaikan dengan target Millenium Development Goals (MDGs) di mana anak usia remaja harus menguasai informasi terkait HIV/AIDS.

"Kalau sumber materi hanya diperoleh dari pengalaman atau dari internet saja tentu akan sangat kurang maksimal bagi pembelajaran siswa," katanya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya pada 2013 telah berkoordinasi dengan KPA DIY untuk merumuskan materi khusus HIV/AIDS. "Kalau dulu KPA DIY hanya kami undang sekali waktu untuk menjadi nara sumber dalam seminar atau ’workshop’ di sekolah-sekolah," katanya.

Sementara itu, Sekretaris KPA DIY Riswanto mengatakan, upaya yang dilakukan oleh Disdikpora DIY tepat mengingat jumlah penderita HIV/AIDS di DIY terus meningkat setiap tahun.

"Kami akan mendukung penuh upaya standarisasi materi HIV/AIDS karena siswa harus diberikan materi yang komprehensif.materi acuan yang akan bersama-sama kami susun nanti juga bisa dilakukan pendalaman atau pengembangan lagi oleh guru olahraga masing-masing," katanya.

Sesuai data akumulasi penghitungan KPA DIY sejak 1993 hingga November 2012 terdapat 1.941 kasus HIV/AIDS yang terdiri atas 831 kasus AIDS dan 1.110 kasus HIV.

"Di DIY (kasus HIV/AIDS) banyak terjadi pada usia produktif yakni pada golongan usia 20-29 tahun dengan masa inkubasi lima tahun, di mana setiap tahunnya selalu bertambah 150 kasus," katanya.

Sumber:http://edukasi.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7454