751 pengidap HIV/AIDS tewas di Sumut
Tanggal: Sunday, 24 March 2013
Topik: HIV/AIDS


Waspada Online, 24 Maret 2013

MEDAN - Walikota Medan, Rahudman Harahap mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Medan sejak Januari 2006 sampai Desemeber 2012 tercatat 3.410 kasus HIV/AIDS di Kota Medan. Dimana berdasarkan factor resiko tertinggi melalui kelompok heteroseksual yang mencapai 2.198 kasus, sedangkan yang kedua dari penasus (pengguna napza suntik) sebanyak 958 kasus.

“Meningkatnya angka penularan HIV/AIDS secara seksual terutama melalui hubungan seks, telah menggantikan posisi penularan lewat jarum suntik di kalangan pengguna napza suntik sebagai jalur utama penularan HIV di Kota Medan. Meningkatnya angka penularan melalui kelompok heteroseksual menyebabkan semakin rentannya penularan kepada kelompok resiko rendah seperti ibu rumah tangga dan bayi,” kata Walikota di Medan, hari ini.

Untuk itu, kata Walikota, guna memutus mata rantai penularan HIV/AIDS perlu adanya kesadaran dari semua pihak, terutama populasi kunci dan kader pendidik sebaya pada komunitas resiko tinggi untuk bukan hanya tahu mengenai pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Namun juga perlu menyadari dengan sungguh-sungguh untuk menerapkan pengetahuan pencegahan dan penanggulangan yang telah diterima, untuk dikembangkan pada komunitas dampingannya, serta mengaplikasikan pengetahuannya tentang HIV/AIDS yang telah dipelajari pada kehidupan sehari-hari.

Sementara itu menurut dokter Afriana Herliana, berdasarkan data dari Kementrian Kesehahatan Republik Indonesia tahun 2012, kasus HIV/AID yang terjadi di Sumatera Utara sebanyak 6.430 kasus. Dari jumlah tersebut, jelasnya, kasus HIV yang terjadi sebanyak 2.189 kasus, sedangkan AIDS sebanyak 4.2412 kasus. “Jadi total keselurahan kasus HIV/AIDS yang terjadfi di Sumut sebanyak 6.430 kasus dan 751 penderitanya meninggal dunia. Untuk itulah kita merasa perlu untuk mensosialisasikan dan mendiskusikan kepada masyarakat sehingga dapat mencegah maupun menghindari agar tidak terjangkit penyakit yang mematikan tersebut,” kata Afriana.

Menurut Afriana, Kementerian kesehatan menerapkan tiga program dalam rangka mencegah terjangkitnya penyakit HIV/AIDS yang dengan Program Three Zero yakni mengurangi kasus baru, mengurangi kematian dan mengurangi stigma/diskriminasi masyarakat terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).

“Program Three Zero ini akan kita sosialisasikan kepada masyarakat, terutama kalangan remaja sehingga mereka dapat mengetahui bahaya yang akan ditimbulkan apabila terjangkit virus HIV/AIDS, termasuk proses penularannya. Dengan sosialisasi ini kita harapkan dapat menekan jumlah warga yang terjangkit virtus HIV/AIDS,” jelas Afriana.

Sumber: http://www.waspada.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7455