Penderita AIDS di Wonogiri Membentuk Kelompok
Tanggal: Wednesday, 27 March 2013
Topik: Narkoba


Suaramerdeka.com, 27 Maret 2013

WONOGIRI - Para penderita HIV/AIDS di Kabupaten Wonogiri telah mempunyai sebuah Kelompok Dukungan Sebaya (KDS). Kelompok tersebut menjadi wadah untuk saling memotivasi di antara para anggotanya. Selain itu, mereka juga akan mengajak para penderita lain yang masih malu dan bersembunyi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri, Widodo melalui Kabid Pencegahan Penyakit dan Pengendalian Lingkungan, Suprio Heriyanto mengatakan, kelompok itu sebenarnya telah dibentuk, beberapa waktu lalu. Namun, mereka baru siap menampakkan diri, tahun ini.

Dia mengungkapkan, kelompok itu beranggotakan 12 orang. Sementara, penderita HIV/AIDS yang masih hidup di Wonogiri kini berjumlah 33 orang, termasuk satu balita berusia empat tahun. "Sejak 2005, ada 86 penderita di Wonogiri. Adapun yang masih hidup sekarang 33 orang," katanya.

Rencananya, Dinkes Wonogiri akan menggelar rapat koordinasi untuk membahas persoalan HIV/AIDS dan KDS. Saat ini, bantuan APBD untuk penderita HIV/AIDS masih minim. Selama lima tahun terakhir, bantuan yang diberikan hanya cukup untuk 20 orang. Di mana, satu orang rata-rata menerima bantuan Rp 500.000.

Padahal, bantuan itu diperlukan untuk membiayai ongkos transportasi ke rumah sakit. Setiap tiga bulan, mereka juga menjalani pemeriksaan rutin ke RSUD dr Moewardi dengan biaya Rp 300.000. Idealnya, setiap penderita mendapat santuan Rp 2 juta.

Dia menambahkan, para penderita biasanya terinfeksi virus HIV/AIDS saat merantau di luar kota. Pada umumnya, penderita berusia 25-45 tahun. Ada juga penderita dari kalangan ibu rumah tangga, bahkan ada yang masih berusia empat tahun.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7459